Sumenep, Porosbaru.com : Ketegangan kembali terjadi di perairan Tapakerbau, Gersik Putih, Gapura, Sumenep pada Kamis (09/04), sore.
Sejumlah warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (Gema Aksi) nekat terjun ke laut guna menghentikan aktivitas reklamasi di tengah proses hukum yang masih berjalan.
Peristiwa tersebut menjadi yang kedua kalinya setelah sebelumnya masyarakat setempat (05/04) melakukan aksi serupa, yang rencana akan dijadikan tambak garam.
Penasihat Hukum Gema Aksi, Marlaf Sucipto menuturkan, eksavator mulai beroprasi sejak pagi hari hingga menjelang petang.
Menurutnya, alat berat tersebut digerakan melalui pelabuhan penyebrangan Kalianget dengan pengawalan yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya.
“Di antara pukul 09.00 sampai 16.00 WIB, ekskavator kembali masuk laut Tapakerbau. Kali ini dikawal lebih banyak orang,” tuturnya, Kamis (09/04).
Tidak hanya itu, Marlaf membocorkan beberapa nama yang diduga memimpin pengawalan ekskavator hingga ketegangan kembali terjadi, meski pada akhirnya alat berat hengkang dari perairan Tapakerbau.
“Mereka dikomando oleh orang yang terkonfirmasi bernama Vandari, Basit, dan Muhawi. Eksavator kembali digerakkan dari pelabuhan kecil penyeberangan Kalianget-Gersik Putih,” tambahnya.
Marlaf juga mengapresiasi aparat kepolisian, mulai dari Polda Jatim, Polres Sumenep hingga jajaran Polairud yang ikut membantu mengamankan situasi dan menghalau ekskavator kembali ke darat.
Ia menegaskan, seluruh pihak seharusnya menghormati proses hukum yang tengah berjalan, termasuk penyidikan dugaan pemalsuan dokumen dan kejahatan jabatan terkait penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) di area laut tersebut.
“Untuk semua pihak, khususnya mereka yang terus ngotot ingin membangun tambak garam di atas laut, mari hormati proses hukum. POLDA JATIM melalui Ditreskrimsus Tindak Pidana Korupsi, kini tengah melanjutkan penyidikan yang awalnya ditangani oleh Ditreskrimum Tipid II Hardabangtah,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya meminta aparat melakukan langkah pencegahan agar aktivitas alat berat tidak kembali terjadi di laut Tapakerbau sebelum ada kepastian hukum.
“Saya memohon kepada negara melalui kepolisian agar berkenan melakukan metigasi dan atau melakukan pencegahan supaya laut tak lagi dimasuki eksavator untuk rencana membangun tambak garam. Setidaknya, sampai ada kepastian hukum yang kini sudah di tahap penyidikan POLDA JATIM,” pungkasnya. (Aditya/Red)













Komentar