Sumenep, Porosbaru.com : Pemerintah Kabupaten Sumenep menanggapi terkait kondisi jalan rusak di wilayah Kangean yang menyebabkan seorang ibu hamil ditandu saat hendak melahirkan, Rabu (15/04) pagi.
Camat Kangayan, Nasrullah, mengakui kondisi jalan poros selatan di wilayah Batuputih-Cangkraman memang mengalami kerusakan, terutama saat musim hujan.
Menurutnya, jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan ketika hujan turun, namun masih bisa dilewati saat musim kering.
“Memang kondisi jalan rusak, kalau musim hujan tidak bisa dilalui, tapi kalau musim kering masih bisa,” ujarnya, Jumat (17/04) siang.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini Fokus pengerjaan berada pada jalan poros utara sepanjang 2,4 kilometer, termasuk pembangunan jembatan dan plengsengan dengan anggaran sekitar Rp8 miliar.
“Sudah kami koordinasikan, tapi saat ini masih pengerjaan poros utara. Pembangunan dilakukan bertahap,” jelasnya.
Nasrullah menyebut pihak kecamatan hanya berperan sebagai pengusul melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) sejak 2024.
“Resminya kami belum tahu, kami hanya mengusulkan melalui Musrenbangcam. Untuk teknis dan realisasi, silakan ke dinas terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Sumenep, Eri Susanto, menyatakan jalan yang dimaksud bukan merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, melainkan jalan desa.
“Itu bukan jalan kabupaten, Cangkaraman-Batuputih itu jalan desa. Saat ini kami masih fokus perbaikan poros utara, lalu dilanjutkan ke Kolo-Kolo dan Jukong-Jukong,” ungkapnya, Jumat (17/04) sore.
Melalui grup WhastApp Kangayan, Nasrullah, menghimbau kepada masyarakat untuk bersabar sembari menunggu pembangunan yang bertahap.
“Sabar pak, bertahap. Tahun ini, Kangayan dapat 2,4 Km di hutan dan di wilayah Kangayan dan plengsengan. Kecamatan sebelah tidak dapat pengaspalan pak, sabar, sabar,” tulisnya di grup WhatsApp.
Sebagaimana diberitakan porosbaru sebelumnya, Irayana (36), seorang ibu hamil Desa Cangkraman terpaksa ditandu oleh warga saat hendak melahirkan akibat akses jalan poros selatan Cangkraman-Batuputih yang menjadi akses utama rusak berat.
Peristiwa yang sempat terakam oleh ponsel warga, langsung tersebar di grup WhatsApp dan menuai perhatian serta komentar luas dari warga Kangean. (Aditya/Red)













Komentar