Poros Utama Menuju Arjasa Rusak Berat, Warga Minta Pemkab Turun Gunung

Sumenep, Porosbaru.com : Kondisi jalan penghubung antara Desa Pajenangger menuju Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Sumenep kian memprihatinkan.

Poros utama yang menopang mobilitas dua desa-Pajenangger-Galeman-mengalami rusak berat di sejumlah titik hingga memasuki wilayah kecamatan Arjasa.

Salah satu warga asal Desa Pajenangger, Ainul Yaqin (23), menyebut kondisi tersebut telah berlangsung sejak ia masih duduk di bangku SD.

“Beberapa kali ada perbaikan, tapi tidak keseluruhan. Kerusakan jalan membentang dari Desa Pajenangger hingga ke Arjasa. Yang parah di Dusun Songlor, Galeman,” ujarnya, Rabu (08/04).

Kerusakan, tambah Ainul Yakin, tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan resiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang menjadi mode transportasi utama.

Menurutnya, saat hujan melanda kondisi jalan semakin memburuk karena permukaan licin dan berlumpur. Sejumlah bahkan sulit dilalui sehingga warga terpaksa berjalan kaki.

“Kalau hujan jalannya sangat berbahaya. Banyak pengendara yang jatuh di titik yang berlumpur dan berlubang, termasuk saya,” tuturnya.

Yakin menilai kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan pembangunan kepulauan sebab terkesan tidak ada tindakan oleh Pemerintah Daerah.

“Ini akses Vital warga di dua desa yang menjadi aktivitas ekonomi. Distribusi hasil pertanian, akses sekolah dan akses kesehatan sangat terhambat sepanjang jalan menuju Arja. Miris!,”  tegasnya.

Yakin berharap dan mendesak Pemkab Sumenep agar segera melakukan perbaikan, bukan sekedar tambal sulam guna menjamin keselamatan warga dan kelancaran aktivitas ekonomi.

“Saya tidak tahu apakah jalan ini masuk dalam list Pemkab. Padahal anggaran survei jalan saja mencapai 100 juta. Kami mendesak Pemkab segara melakukan tindakan karena ini sangat mendesak,” pungkasnya.

Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperbaiki akses jalan tersebut agar kembali layak dilalui dan mampu menunjang kebutuhan dasar warga di Kepulauan Kangean. (Aditya/Red)

Komentar