Sumenep, porosbaru.com : Pemadaman listrik yang berulang saat bulan Ramadan di Pulau Kangean, Sumenep, memicu rencana demonstrasi besar-besaran oleh Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka).
Tindakan itu menyusul setelah upaya audiensi dengan Manajer ULP Kangean, Hairul Ismail pada Senin (09/02) siang, belum menunjukan perbaikannya layanan yang signifikan hingga di penghujung lebaran tahun ini.
Ketua terpilih Formaka, Iip Suryanto menilai persoalan tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai gangguan teknis biasa, melainkan telah menjadi keresahan kolektif masyarakat Kangean.
“Di grup dan story WA masyarakat sudah banyak yang mengeluh. Kami akan turun jalan besar-besaran bersama masyarakat dalam waktu dekat jika masih demikian,” ungkapnya, Rabu (18/03).
Selain itu, ia mengaku kecewa lantaran solusi yang disampaikan dalam audiensi belum dijalankan secara maksimal sehingga pemadaman masih kerap terjadi tanpa jadwal dan informasi yang jelas.
Menurutnya, pemadaman yang terjadi saat berbuka puasa hingga pagi hari ini berdampak langsung pada aktivitas warga, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha yang bergantung pada listrik selama Ramadan.
“Katanya gangguan dipicu jaringan tanpa pelapis yang rentan terkena ranting serta gangguan mesin, kami usulkan untuk segera berkoordinasi dengan Forkopimka untuk pemangkasan pohon, tapi kondisi ini masih sama,” tambahnya.
Ia menilai kebutuhan masyarakat terhadap listrik adalah kebutuhan vital sehingga tidak boleh ada perlakuan berbeda hanya karena wilayah kepulauan.
“Ini sudah menyangkut hak dasar masyarakat, kalau sebelum puasa kami ingatkan, tapi masih terjadi hingga sekarang seolah kami terabaikan,” tegasnya.
Kendati demikian, ia juga berharap kondisi tersebut dapat segera ditangani sebelum hari raya Idul Fitri guna masyarakat dapat berkumpul bersama keluarga dengan tenang.
“Sudah non subsidi masih kayak gini, kami berharap segera diselesaikan sebelum lebaran, jangan sampai momentum ini terganggu akibat listrik yang tidak stabil,” pungkasnya.
Hingga berita ini rilis belum ada keterangan resmi dari pihak ULP kangean karena keterbatasan akses konfirmasi. Media ini masih mencoba segera menghubungi pihak terkait. (Aditya/Red).







Komentar