Sumenep, Porosbaru.com : Pemkab Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian budaya melalui Festival Ojhung yang dikemas sebagai daya tarik wisata.
Aacara yang masuk dalam rangkaian Kalender Event Sumenep 2026 itu dijadwalkan akan berlangsung pada Minggu (12/04) sekitar pukul 14.00 di Pantai Galung, Juruan Daya, Batu Putih.
Disbudporapar Sumenep melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Zaini, mengungkapkan festival tersebut bagian strategi mengintegrasikan antara kearifan lokal dan pengembangan pariwisata.
“Sebenarnya acara tersebut dari bagian pemasaran Disbudporapar, saya hanya selaku pihak penyelenggara yang bekerjasama antara komunitas Ojhung dan pemerintah setempat,” ujarnya, Sabtu (11/04).
Menurutnya, selain bertujuan menjaga tradisi yang berkembang di masyarakat, festival Ojhung diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata dan mendongkrak ekonomi warga setempat.
“MemangĀ ini tradisi tahunan yang kami adakan. Tujuannya, wisatawan banyak berkunjung ke Sumenep sehingga masyarakat setempat dapat merasakan dampaknya,” Pungkas Zaini.
Ojhung sendiri merupakan tradisi pertarungan menggunakan rotan sebagai alat penyerangan, anyaman pelindung di kepala serta sarung yang diikat tebal di tangan sebagai perisai.
Di Sumenep tradisi ini eksis di kalangan masyarakat Batu Putih dan sekitarnya, yang dahulu menjadi ritual memanggil hujan akibat kekeringan yang kerap melanda masyarakat setempat.
Kini, tradisi Ojhung tampil sebagai salah satu identitas budaya Sumenep sekaligus penggerak wisata daerah. (Aditya/Red).







Komentar