Warga Pinggir Papas Sambut Idul Fitri Dengan Krisis Air Bersih

Sumenep, Porosbaru.com : Lebaran tahun ini menjadi mimpi buruk untuk warga Pinggir Papas, Kalianget, Sumenep. Pasalnya aliran air PDAM Sumenep yang mereka nantikan sejak tahun lalu, hingga kini belum mereka nikmati.

Kepada porosbaru, warga mengaku kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih selama Ramadan, terutama keperluan sehari-hari seperti memasak, mandi, hingga mempersiapkan hidangan Idul Fitri.

Sobri (20), salah satu mahasiswa Universitas terkemuka di Sumenep mengaku harus mengubah rutinitas hariannya akibat tidak ada pasokan air di rumah.

Baca Juga:

“Sebelum pakai Sanyo kalau mau mandi, saya harus berangkat lebih awal untuk numpang di kos teman. Di rumah pakai air galon,” ujarnya, Jumat (20/03).

Menurutnya, kondisi tersebut sangat memberatkan saat bulan puasa ketika kebutuhan air meningkat drastis, sementara pasokan air tidak tersedia.

Ia juga menuturkan, keluarganya harus mengeluarkan uang tambahan di luar tarif air PDAM untuk membeli pompa air guna memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Setelah menggunakan Sanyo alhamdulillah lancar. Tetangga yang tidak punya Sanyo juga banyak yang ngampong di rumah,” tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan Edi (32) warga setempat, ia mengaku sudah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut kepada DPRD hingga Bupati Sumenep, Ahcmad Fauzi, namun belum ada perubahan.

“Kemarin sejak bulan 10 kami Gerakan Insan Peduli (GIP) Sumenep sudah sampaikan kepada dewan dari sini serta Bupati, tetapi sayangnya tidak ada perubahan,” katanya, Jumat (20/03).

Edi menilai kualitas pelayanan yang diberikan PDAM Sumenep tidak sebanding dengan uang pembayaran yang dikenakan bagi masyarakat. Bahkan, ia menduga ada penyimpangan yang dilakukan oleh pihak PDAM.

“Kami menduga di sini ada penyimpangan di meteran pembayaran, masyarakat di wajibkan membayar sekitar Rp49.000 setiap bulan meskipun warga yang merantau tidak menggunakannya (air),” tegasnya.

Ia berharap kepada DPRD dan Bupati Sumenep agar Direktur Perumda PDAM segera dievaluasi guna kondisi yang ia alami bersama warga setempat tidak berlarut-larut.

“Harapan saya segera copot Dirut-nya karena bermasalah, tiga surat audiensi sudah dilayangkan, dalam waktu dekat kami akan menggelar demonstrasi, harapannya masyarakat menyatukan suara untuk memperbaiki ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini dirilis belum ada keterangan resmi dari pihak Perumda maupun Komisi II DPRD Sumenep. Porosbaru sudah menghubungi keduanya melalui pesan dan sambungan telepon untuk meminta klarifikasi, namun tidak ada jawaban. (Aditya/Red).

Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Jangkau ribuan pembaca setiap hari. Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .

Komentar