Sumenep, Porosbaru.com : Ribuan warga di desa Ketawang Karay, Ganding, Sumenep dan sekitarnya merayakan hari raya idul Fitri lebih awal pada hari ini Kamis (19/03) pagi.
Pantauan di lapangan, solat Idul Fitri dimulai sekitar pukul 06:00 WIB, namun ribuan jamah telah memadati masjid Pondok Pesantren Al-Karawi sejak selepas subuh.
Salah satu Jamaah asal desa Lenteng, Obaidillah (23) mengatakan datang lebih awal bersama keluarga demi mendapatkan tempat di dalam area masjid.

“Sejak habis subuh kami sudah di sini. Soalnya setiap tahun pasti ramai, jadi kalau datang terlambat biasanya tidak kebagian tempat di dalam,” ujarnya.
Menurutnya, perayaan Idul Fitri di salah satu pondok tertua di Madura ini telah menjadi tradisi tahunan yang diikuti sebagian masyarakat setempat dan alumni pondok.
Ia menyebut metode penetapan satu Syawal didasarkan pada perhitungan mandiri yang merujuk pada kitab-kitab falak kuno.
“Dari dulu memang seperti itu menggunakan hisab kitab kuning falak. Alhamdulillah semuanya menyambut baik,” tambahnya.
Hal serupa juga disampaikan, Ahmad (22) warga setempat. Ia mengaku tidak mempermasalahkan perbedaan penetapan waktu pelaksanaan Idul Fitri.
“Yang penting kita tetap saling menghormati, ini soal keyakinan metode masing-masing, dan di sini sudah biasa,” ujarnya.
Sementara itu, pelaksanaan solat Id berjalan lancar dan khidmat. Bertindak selaku imam dan khatib salah satu pengasuh K. Musfik menyampaikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat silaturrahmi.
Usai pelaksanaan salat, warga tampak saling bersalaman dan bermaaf-maafan di area masjid. Suasana hangat dan kebersamaan terasa meski perayaan Idul Fitri berbeda dengan ketetapan Pemerintah. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Jangkau ribuan pembaca setiap hari. Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .








Komentar