Lagi! Praka Rico Gugur Dalam Tugas Di Labanon

Aditya Apriyanto
United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mengumukan Praka Rico setelah menjalani perawatan hampir satu bulan.
United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mengumukan Praka Rico setelah menjalani perawatan hampir satu bulan. (Foto: Porosbaru.com/Aditya).

Sumenep, Porosbaru.com : United Nations Interim Force in Lebanon mengumkan gugurnya prajurit TNI, Prajurit Kepala (Prako) Rico Pramudia (31), yang sebelumnya dilaporkan terluka akibat serangan di Labanon  Selatan pada Selasa (29/03).

Dalam pernyataan belasungkawa UNFIL di paltform X, Praka Rico gugur setelah hampir sebulan dirawat di rumah sakit Bairut akibat luka serius dari ledakan proyektik di markas Adchit Al Qusayr.

“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” tulis UNFIL, Jumat (24/04).

Mereka juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga, rekan sejawat, serta pemerintah dan rakyat Indonesia, khususnya Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat sebagai satuan tempat Praka Rico bertugas.

Seiring meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut, UNIFIL menegaskan bahwa seluruh pihak wajib mematuhi hukum internasional, termasuk menjamin keamanan personel dan fasilitas PBB.

Baca Juga:

“Serangan yang disengaja terhadap personel penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan kemungkinan juga merupakan kejahatan perang,” tambah mereka.

Dengan wafatnya Praka Rico, empat prajurit TNI gugur dalam misi UNIFIL selama sebulan terakhir. Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan artileri pada 29 Maret, disusul Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan pada 30 Maret saat konvoi diserang.

Serangkaian serangan pada 29-30 Maret hingga 3 April juga melukai tujuh prajurit TNI lainnya. Selain Indonesia, Prancis kehilangan dua tentaranya dalam serangan terpisah pada 18 April. (Aditya/Red).

IKUTI SALURAN RESMI KAMI
Hobi menulis catatan harian sejak duduk di bangku Menengah Pertama (MTS) mengantarkannya menekuni secara serius dunia kepenulisan di Komunitas Kutub, Yogyakarta. Namun, ia baru hijrah ke dunia jurnalalistik sejak refleksi hidupnya pada isu sosial dan dinamika daerah. Karena itu, ia aktif menulis berbagai topik, mulai dari peristiwa lokal, ekonomi, pemerintahan, hingga persoalan masyarakat. Selain menulis, ia juga gemar membaca buku, melukis realis, dan memiliki minat yang besar pada segala hal yang belum ia ketahui.

Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *