Ersyad, Ketua DPC PKB: Figur Senior yang Istiqomah dalam Berjuang

Sumenep, Porosbaru.com : M. Kamalil Ersyad ditunjuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Sumenep periode 2026-2031.

Ia bakal menahkodai partai berlambang bola dunia dan peta Indonesia dikelilingi sembilan bintang di Sumenep, untuk lima tahun kedepan.

Penetapan Ersyad sebagai Ketua definitif PKB Sumenep ini diumumkan DPP melalui rapat zoom meeting, Kamis 11 Juni 2026. Ia dipastikan bakal menggantikan KH. Imam Hasyim yang sekarang Wakil Bupati, memimpin PKB di periode 2026-2031.

Dalam dunia politik lokal khususnya di Sumenep, Ersyad bukanlah sosok baru. Ia tercatat sebagai tokoh penting dalam berdirinya PKB di Kota Keris.

Kiprahnya dalam berjuang bersama PKB sejak awal partai ini hadir di Kabupaten Sumenep tidak ada yang meragukan.

Bahkan, Ersyad dikenal sebagai salah satu pionir yang ikut meletakkan fondasi partai di Kabupaten paling ujung timur Pulau Madura ini.

Keistiqomahan dan komitmennya terhadap perjuangan partai membuatnya tetap aktif meskipun perjalanan dan karir politiknya tidak selalu mulus.

Ia pernah dipercaya dan terpilih menjadi anggota DPRD Sumenep di periode 1999-2004 dan 2004-2009. Di Legislatif, saat itu, Alumnus Pondok Pesantren Nasya’Atul Mutaallimin ini dikenal sebagai legislator yang vokal dan kritis dalam menyuarakan aspirasi rakyat.

Meski tidak terpilih kembali pada pemilu 2010, Ersyad tidak pernah meninggalkan PKB. Ia tidak pernah berfikir pindah partai menjadi kutu loncar demi sebuah jabatan.

Sebaliknya, Ia tetap istiqomah mengabdi bagi partai, sambil menyeimbangkan kesibukannya sebagai pendidik dan dai.

“Beliau adalah sosok yang konsisten, tidak hanya dalam politik, tetapi juga dalam membimbing masyarakat melalui pendidikan dan dakwah yang dilakukan. Beliau, aktif dalam kegiatan kepartaian, sampai sekarang,” ujar salah seorang kader, di Graha Gusdur Kantor PKB Sumenep.

Kini, dengan pengalaman panjang dan dedikasi yang terbukti, Ia dipercaya untuk menakhodai PKB Sumenep.

Ketua DPC PKB Sumenep, Kamalil Ersyad ketika menjabat Ketua Desk Pilkada 2024 menerima berkas pendaftaran bakal calon Bupati 2024 lalu. (Foto Dok)

Penunjukan lulusan IAIN Sunan Ampel Pamekasan (Sekarang UIN Madura) dianggap sebagai langkah strategis partai untuk menguatkan basis dan menghadapi dinamika politik ke depan.

Ersyad adalah bukti nyata bahwa kesetiaan dan komitmen terhadap perjuangan partai tetap menjadi modal utama untuk memimpin. Di tengah tantangan politik modern, sosok sepertinya diharapkan mampu membawa PKB Sumenep lebih solid dan progresif.

”Beliau memiliki kapasitas dalam memimpin Partai sebesar PKB khususnya di Sumenep. Punyak komitmen dan dedikasi tinggi terhadap partai. Dan memiliki pengalaman organisasi yang cukup luas,” ucap kader yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Ersyad menyatakan, dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, masyarakat sudah dapat melihat arah dan keseriusan PKB Sumenep dalam menjalankan fungsi politik dan pelayanan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, politik bukanlah semata jabatan dan kekuasaan, tapi jalan dan medan perjuangan untuk masyarakat.

“Politik jangan hanya dipandang sebagai jabatan. Kekuasaan itu sebetulnya media. Ending-nya adalah khidmatul ummah atau melayani masyarakat. Spiritnya adalah spirit kemanusiaan dan spirit agama,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusannya, K. Irsyad menargetkan tiga agenda utama selama menjabat sebagai Ketua PKB Kabupaten Sumenep, diantaranya:

Pertama, memodernisasi PKB sebagai organisasi politik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kedua, melibatkan lebih banyak generasi muda dan kalangan milenial dalam proses politik.

Ketiga, merawat basis konstituen dan masyarakat yang selama ini menjadi kekuatan utama PKB Kabupaten Sumenep.

“Prospek perjuangan ke depan ada pada anak-anak milenial. Anak-anak muda harus terlibat dan cerdas dalam berpolitik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembenahan tata kelola organisasi secara profesional.

Langkah awal yang akan dilakukan adalah melengkapi struktur kepengurusan, menyusun program kerja melalui musyawarah kerja, kemudian menjalankan program secara terukur dan dievaluasi secara berkala.

“Tidak hanya sekadar meletakkan orang dalam kepengurusan, tetapi harus jelas tugas dan tanggung jawab masing-masing. Karena ini tanggung jawab bersama,” katanya menutup wawancaranya. (Rd)

Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .

IKLAN
Slot Iklan Tersedia

Komentar