Oknum TNI Jadi Pelaku Penyiram Air Keras Aktivis KontraS

Aditya Apriyanto
Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto saat konfrensi pers terkait pelaku penyiraman air keras pada aktivis KontraS di Mabes TNI.
Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto saat konfrensi pers terkait pelaku penyiraman air keras pada aktivis KontraS di Mabes TNI. (Foto: porosbaru.com/Aditya).

Jakarta, Porosbaru.com : Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus memasuki tahap baru. Empat orang yang merupakan oknum prajurit TNI resmi ditahan oleh Puspom TNI, Rabu (09/03).

Keempat tersangka, yakni NDP, SL, BWH dan ES diduga terlibat lansung dalam aksi penyerangan pada 12 Maret di Jalan Talang dan Salemba 1 Jakarta Pusat.

Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap keempat prajurit tersebut telah diamankan di Mabes TNI dan sedang menjalani proses penyelidikan.

“Ini sekarang yang diduga 4 tersangka sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan,” kata Yusri saat siaran pers, Rabu (18/03).

Menurutnya, tiga dari empat pelaku berpangkat perwira. Mereka merupakan anggota Denma Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

Pelaku, kata Yusri, akan dijerat dengan pasal 467 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) mengatur tentang tindak pidana penganiayaan yang direncanakan terlebih dahulu.

Baca Juga:

“Ada ayat 1, 2, dimana ancaman hukumannya sudah tertuang, ada 4 tahun ada yang 7 tahun,” tambahnya.

Meski demikian, ia belum mengetahui secara pasti motif para prajurit tersebut melakukan aksi kekerasan. Ia hannya memastikan pihaknya akan bekerja dengan ekstra dan profesional guna mengungkap fakta-fakta yang terjadi.

“Jadi Kapten NDB, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES. Waktu penyidikan kita akan bekerja semaksimal mungkin dengan harapan dapat kita lakukan secepatnya secara profesional,” ujar Yusri. (Aditya/Red).

IKUTI SALURAN RESMI KAMI
Hobi menulis catatan harian sejak duduk di bangku Menengah Pertama (MTS) mengantarkannya menekuni secara serius dunia kepenulisan di Komunitas Kutub, Yogyakarta. Namun, ia baru hijrah ke dunia jurnalalistik sejak refleksi hidupnya pada isu sosial dan dinamika daerah. Karena itu, ia aktif menulis berbagai topik, mulai dari peristiwa lokal, ekonomi, pemerintahan, hingga persoalan masyarakat. Selain menulis, ia juga gemar membaca buku, melukis realis, dan memiliki minat yang besar pada segala hal yang belum ia ketahui.

Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *