Sumenep, Porosbaru.com : Situasi di sejumlah SPBU dan pedagang eceran di Kangean, Sumenep mendadak tegang dan padat sejak beberapa hari terakhir hingga hari ini, Selasa (31/03) pagi.
Warga tampak berbondong-bondong memadati kedua titik tersebut demi mengamankan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.
Fenomena panic buying ini dipicu kekhawatiran masyarakat menyusul meningkatnya lonjakan permintaan akibat isu kenaikan harga dan menipisnya ketersediaan stok BBM nasional.
Suryanto (23), salah satu warga Kangean mengaku harus menempuh puluhan kilometer untuk mencari BBM jenis Pertaliet.
“Sejak ada kabar BBM langka pasca lebaran, warga menyerbu membeli, akibatnya stok habis. Saya dapat, tapi harganya mahal,” ujarnya, Selasa (31/03).
Menurutnya, di hari biasa harga Pertalite eceran 1,5 liter berkisar antara Rp19.000 hingga Rp20.000. Namun, dengan kondisi saat ini melonjak hingga menyentuh harga Rp.27.500.
Ia bahkan menduga ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memainkan situasi hanya untuk kepentingan pribadi.
“Bensin menjadi barang langka, hampir semua toko kosong penjualan, seolah sengaja ditahan. Jika benar terjadi, ini sudah melecehkan masyarakat dan harus diproses,” tambahnya.
Menyikapi kegaduhan ini, Pemkab Sumenep melalui Kepala Bagian Perekonomian, Dadang Dedy Iskandar mengaku telah melakukan koordinasi dengan Forkopimda termasuk kecamatan dan Polres Sumenep untuk meredam situasi.
Pihaknya menceritakan telah melakukan Sweeping ke SPBU dan pedagang eceran sejak Senin (30/03) kemarin guna mencegah hal yang tidak diinginkan.
“Distribusi lancar besok ada dua distribusi ke Kangean. Ini akibat informasi kenaikan di Medsos, padahal dari Pertamina belum mengumumkan, makanya ayok bantu ke media untuk menginformasikan,” imbuhnya, Selasa (31/03).
Selain itu ia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan melawan hukum demi kepentingan pribadi.
“Saya tekankan sekali lagi, sampai hari ini Pemkab belum menerima informasi kenaikan harga jenis BBM apapun dari Pertamina. Kami harap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mencerna informasi yang belum jelas kebenarannya,” pungkasnya. (Aditya/Red)













Komentar