Sumenep, Porosbaru.com : Proyek revitalisasi pelabuhan Dungkek, Sumenep yang menelan anggaran Rp41,5 miliar melalui Bantuan Keuangan Pemprov Jatim kembali menuai sorotan tajam dari PMII Komisariat Wiraraja.
Pasalnya, sejak diresmikan pada tahun 2023 lalu pelabuhan tersebut dinilai belum memberikan dampak ekonomi yang nyata akibat terbengkalai.
Thaifur Rahman, salah satu Pengurus Komisariat PMII Wiraraja, menilai Pemprov Jatim dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep menghamburkan uang negara tanpa perencanaan yang matang.
“Ini jelas bentuk pemborosan anggaran. Sudah miliaran rupiah digelontorkan, tapi tidak ada aktivitas sama sekali sejak diresmikan,” tegas Thaif, Selasa (31/03).
Padahal menurutnya pelabuhan tersebut dibangun dengan spesifikasi yang tidak kecil. Ia menyebut, trestle sepanjang 140 meter dengan lebar tujuh meter dan jeti sepanjang 42 meter serta lebar delapan meter berdiri dengan gagah.
Fasilitas penunjang seperti gedung kantor, area parkir, ganset, hingga tandon juga telah disediakan. Namun, Thaif menilai fasilitas tersebut tak ubahnya bangunan kosong.
“Pelabuhan ini mati suri. Tidak ada pergerakan, tidak ada aktivitas ekonomi, dan tidak ada dampak apa pun bagi masyarakat. Ini sangat memprihatinkan,” lanjutnya.
Oleh karenya, Ketua Komisariat PMII Wiraraja, Firman, mendesak Pemprov Jatim untuk segera melakukan evaluasi serta koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep guna masalah di atas tidak berlarut-larut.
“Jangan sampai uang rakyat habis begitu saja tanpa hasil. Harus ada kejelasan, siapa yang bertanggungjawab dan kapan pelabuhan ini benar-benar difungsikan,” ujar Firma.
Terpisah, Kepala Disperkimhub Sumenep, Achmad Dzulkarnain menerangkan pelabuhan masih belum beroperasi akibat terkendala beberapa persyaratan administrasi.
“Izin operasionalnya belum ada, karena masih terkendala dokumen seperti FS (Feasibility Study) dan RIP (Rencana Induk Pelabuhan),” jelasnya, Selasa (31/03).
Saat ditanya tengat waktu penyelesaian, ia menambahkan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna mempercepat proses tersebut.
“Nanti akan kami koordinasikan dengan provinsi,” singkatnya.
Pelabuhan Dungkek sendiri digadang-gadang menjadi salah satu infrastruktur strategis untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan Sumenep. Namun, hingga saat ini pelabuhan Dungkek masih berdiri tanpa aktivitas. (Aditya/Red)







Komentar