Sumenep, Porosbaru.com : Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari, S.Ag., mengingatkan panitia seleksi Komut PT Sumekar agar mengutamakan kompetensi dan profesionalitas kandidat, bukan sekadar kedekatan personal dengan Bupati.
Menurutnya, figur yang terpilih harus memiliki kemampuan manajerial, terutama dalam mengelola keuangan dan SDM agar mampu memperbaiki tata kelola perusahaan daerah tersebut.
“Komisaris harus orang yang benar-benar punya kemampuan, bukan hanya orang dekat. Syukurlah kalau dekat dengan Bupati, tetapi juga punya kemampuan. Yang menjadi persoalan itu kalau dekat, tetapi tidak punya kemampuan,” ujar Juhari kepada porosbaru.com, Sabtu (07/11/2026).

Sebagaimana diberitakan porosbaru.com sebelumnya, sedikitnya tiga pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep telah mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) dalam seleksi Komut PT Sumekar (Perseroda) yang telah berakhir pada Jumat (06/11/2026) sekitar pukul 14.00.
Ketiga pejabat tersebut yakni Hizbul Wathan, Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik; Dedi Falahuddin, Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Kemasyarakatan dan SDM, serta Abd. Said, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat.
“Pukul 14.00 hari sudah masuk waktu penutupan. Jadi UKK yang dilaksanakan dari kemarin sudah selesai. Tahapan berikutnya wawancara, penetapan setelah tes wawancara,” ujar Plt. Direktur Utama PT Sumekar, Mohammad Romli kepada porosbaru.com, Jumat (06/11/2026) siang.
Juhari mengungkapkan, DPRD Sumenep tidak dilibatkan dalam proses seleksi sehingga tidak memiliki ruang untuk melihat maupun menilai langsung proses seleksi dan figur calon kandidat.
Meski demikian, pihaknya berharap seluruh tahapan berjalan transparan dan akuntabel dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Proses seleksi ini DPRD Sumenep tidak dilibatkan sama sekali. Jadi, kami tidak bisa melihat dan menilai kandidat. Kami hanya bisa memberikan peringatan bahwa prosesnya harus transparan dan akuntabel,” tegas Juhari.
PT Sumekar Diminta Benahi Pengelolaan Keuangan dan SDM
Ia menilai, saat ini PT Sumekar membutuhkan figur yang memahami pengelolaan perusahaan, termasuk kemampuan membaca laporan keuangan dan menyusun strategi pengembangan bisnis.
Menurut Juhari, Komut PT Sumekar terpilih dituntut mampu membaca peluang bisnis, menyusun strategi pemasaran, serta membangun pendekatan dengan masyarakat agar layanan PT Sumekar semakin diminati di tengah tengah persaingan dengan operator kapal swasta.
“Banyak kompetitor sekarang, kapal-kapal swasta misalnya. Jadi harus mempunyai kemampuan iklan, kemampuan reklame, dan kemampuan mendekatkan diri secara personal kepada masyarakat sehingga masyarakat tertarik,” jelasnya

Selain kemampuan pemasaran, Juhari turut menyoroti pengelolaan keuangan perusahaan yang selama ini menjadi perhatian dan pemberitaan awak media.
Ia mengingatkan agar persoalan pembayaran gaji karyawan yang sebelumnya menjadi polemik di perusahan BUMD Sumenep itu tidak kembali terjadi di kepemimpinan Komut PT Sumekar selanjutnya.
“Persoalan keuangan ini menjadi momok. Ada yang tidak digaji dan sebagainya. Jangan sampai terjadi lagi nanti. Itu harus betul-betul orang yang punya kemampuan,” tegasnya.
Menurut Juhari, komisaris utama idealnya juga memiliki pemahaman di bidang akuntansi agar mampu membaca neraca dan mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan.
Dengan kemampuan tersebut, fungsi pengawasan tidak hanya sebatas formalitas, tetapi dapat memberikan arah bagi pengembangan bisnis.
“Kalau komisaris utama tidak mampu di bidang akuntansi, misalnya, tidak punya kemampuan untuk melihat neraca, yang mau dinilai apanya? Mau mengembangkan dari sisi keuangannya bagaimana?,” terang Juhari.
Ia menegaskan, profesionalitas kandidat tidak harus semata-mata dilihat dari kesesuaian latar belakang pendidikan formal, tetapi turut memperhitungkan pengalaman mengelola perusahaan, SDM dan keuangan.
Juhari juga berharap, Komut PT Sumekar terpilih dapat memperbaiki kinerja dan etos kerja PT Sumekar sehingga pengelolaan perusahaan lebih profesional dan dapat dipertanggungjawabkan untuk meningkatkan PAD.
“Harapannya, kinerja dan etos kerja perusahaan itu betul-betul bisa dipertanggungjawabkan sehingga dapat berkontribusi terhadap PAD Sumenep,” pungkasnya. (dty/rd)









Tidak ada Respon