Jurnalis Kecewa, Kapolda Jatim Gagal Rilis Diduga Kokain 27 Kg

Sumenep, Porosbaru.com : Puluhan jurnalis Sumenep dari berbagai platform media mengaku kecewa dengan gagalnya konferensi pers oleh Kapolda Jawa Timur terkait penemuan 27,83 kilogram diduga kokain di pesisir Gili Genting.

Sejak pagi, awak media telah menunggu sesuai informasi yang disampaikan Plt. Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti S, bahwa agenda tersebut akan dihadiri Kapolda Jawa Timur.

“Hari ini, 14 April 2026, Kapolda Jatim akan ke Sumenep rilis temuan kokain, Kapolda Jatim menggunakan helikopter, jam menyusul,” tulis nya di grup WhatsApp Mitras Humas Polres, Selasa (13/04).

Sekitar pukul 09.00 WIB, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nanang Avianto, M.SI., beserta rombongan telah tiba di Sumenep melalui Bandara Tronojoyo menggunakan helikopter.

Namun hingga pukul 13.20 WIB, konferensi pers tak kunjung dimulai. Bahkan, diduga barang bukti yang sebelumnya sempat terpajang di ruangan konferensi pers, diamankan kembali oleh petugas.

“Kapolda Jatim sudah tiba di Bandara Trunojoyo, silahkan merapat ke aula Sanika Satyawada Polres Sumenep,” papar Kompol Widiarti S., dalam grup WhatsApp

Menanggapi hal itu, Kopolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., menjelaskan kehadiran Kapolda Jawa Timur bukan untuk agenda konferensi pers temuan kokain, melainkan agenda pekerjaan lain.

“Tujuannya bukan itu, beliau ada agenda pekerjaan lain, bukan untuk rilis temuan tersebut,” ucapnya, Selasa (14/04) pukul 13.20 WIB.

Anang menegaskan, kepolisian belum dapat menyampaikan hasil secara pasti karena masih menunggu hasil uji laboratorium guna menghindari kesimpangsiuran informasi.

“Kita belum bisa menyimpulkan secara detail atau menyampaikan secara pasti, karena masih dalam proses uji lab. Nanti kalau hasilnya sudah keluar, pasti akan kami sampaikan,” katanya.

Terkait barang bukti yang sempat ditunjukkan lalu diamankan kembali, Kapolres menyebut hal itu dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan informasi sebelum ada kepastian hasil uji.

“Jadi itu akan kita lakukan uji lab dulu untuk memastikan valid nya barang tersebut. Kami harap semua tidak menyebarkan informasi yang tidak valid” jelasnya.

Terpisah, Plt. Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti S, menyebut agenda rilis gagal dilakukan karena Kapolda Jawa Timur beserta wakilnya akan menghadiri kegiatan yang mendadak.

“Mohon maaf mas, Kapolda gagal konferensi pers karena Kapolda ada kegiatan dengan Wakapolri mendadak, mohon maaf,” ujarnya saat dihubungi melelaui WhatsApp, Selasa (13/04).

Sementara itu, Veros Afif, jurnalis TV One sekaligus ketua IJTI Korda Madura, turut menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian ini mencerminkan kurangnya profesionalitas dalam penyampaian informasi kepada media.

“Kami sangat menyayangkan agenda seperti ini. Banyak teman-teman yang dirugikan karena menunda liputan. Bahkan Kapolda tidak sempat menyapa teman-teman media. Tiba-tiba rombongan datang lalu pergi, dan disampaikan bahwa kunjungan itu bukan untuk konferensi pers,” tegasnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan komunikasi antara kepolisian dan media dapat diperbaiki ke depan.

“Semoga tidak terulang di kemudian hari. Dan terimakasih untuk Pak Kapolda meskipun hanya sekitar satu jam di Sumenep. Kami di-PHP, Pak. Tidak sedikitpun menyapa kami, terimakasih,” pungkasnya. (Aditya/Red)

Komentar