Kursi Komut PT Sumekar Jadi Rebutan 3 Pejabat Pemkab Sumenep

redaksi
Calon Seleksi Komut PT Sumekar
KMP DBS III bersandar di Pelabuhan Kalianget. (porosbaru.com/dty).

Sumenep, Porosbaru.com : Sedikitnya 3 pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep telah mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan dalam seleksi Komisaris Utama (Komut) PT Sumekar (Perseroda).

Ketiga pejabat tersebut, di antaranya Hizbul Wathan Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dedi Falahuddin Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dan Abd. Said Kabag Kesejahteraan Rakyat

Plt. Direktur Utama PT  Sumekar Mohammad Romli mengatakan tahap seleksi UKK telah dimulai sejak Kamis (05/11/2026) dan akan berakhir pada hari ini, Jumat (06/11/2026).

“Pukul 14.00 hari sudah masuk waktu penutupan. Jadi UKK yang dilaksanakan dari kemarin sudah selesai,” ujar Romli kepada porosbaru.com, Jumat (06/11/2026) siang.

Menurutnya, setelah tahapan seleksi UKK selesai, ketiga peserta tersebut akan mengikuti tahap selanjutnya, yakni wawancara.

Ia menyebut penetapan Komisaris Utama (Komut) PT Sumekar terpilih dilakukan setelah tahapan wawancara tersebut.

“Tahapan berikutnya wawancara, penetapan setelah tes wawancara,” jelasnya.

Syarat Calon Komut PT Sumekar Harus ASN dan Diperpanjang

Sebelumnya, Pemkab Sumenep melalui panitia seleksi membuka pendaftaran calon Komut PT Sumekar pada 21 Oktober 2026 untuk mengisi kekosongan jabatan setelah pejabat dari unsur pemerintah sebelumnya purna tugas.

Pendaftaran yang semula dijadwalkan berakhir pada 26 Oktober kemudian diperpanjang hingga 2 November 2026.

Sesuai persyaratan yang diumumkan panitia, calon Komut harus berasal dari kalangan ASN minimal eselon III di lingkungan Pemkab Sumenep, berpendidikan minimal strata satu (S1), dan berusia paling tinggi 60 tahun saat mendaftar.

Romli menerangkan, alasan persyaratan calon Komut PT Sumekar minimal ASN eslelon III karena pejabat sebelumnya merupakan perwakilan dari unsur pemerintah.

“Karena memang yang mengalami kekosongan komisaris utama itu memang unsur pemerintah, saya sebagai komisaris memang dari unsur independen,” terang Romli kepada porosbaru.com pada Rabu (21/10/2026).

Ia menilai, PT Sumekar hari ini membutuhkan sosok yang memiliki integritas serta mampu menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

Karena itu, ia berharap calon Komut perusahaan BUMD Sumenep itu tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan gagasan dan membangun jejaring guna mendukung pengembangan bisnis perushaan.

“Harapannya dengan Komisaris Utama ini bisa mengawasi secara maksimal jalannya perusahaan, juga mampu menyumbangkan ide-ide dan jejaring untuk pengembangan bisnis,” tandasnya. (dty/rd).

IKUTI SALURAN RESMI KAMI
Redaksi Poros Baru merupakan pengelola jurnalis berpengalaman dan kompeten, sebagian telah memiliki sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari Dewan Pers. Lihat selengkapnya di Dapur Redaksi

Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *