Hagra BBM Nonsubsidi Naik, Partamax Turbo sentuh Rp19.400

Sumenep, Porosbaru.com : Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikelola PT Pertamina (Persero) di Indonesia kembali mengalami kenaikan pada hari ini, Sabtu (18/04).

Kenaikan tersebut mencakup BBM non-subsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, serta Pertamina Dex. Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan harga.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis melalui platform MyPertamina, harga Pertamax Turbo di wilayah Jakarta naik menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100. Sementara Dexlite kini berada di angka Rp23.600 per liter dan Pertamina Dex mencapai Rp23.900 per liter.

Harga BBM hari ini dinilai cukup signifikan, terutama pada BBM jenis diesel, yang mengalami lonjakan hingga Rp9.400 per liter. Di sisi lain, harga BBM subsidi tetap dipertahankan pemerintah di angka Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Sementara BBM jenis lain tidak mengalami penyesuaian harga, seperti Partamax masih di angka Rp12.300/liter dan Pertamax Green Rp12.900/liter.

Juru Bicara (Jubir) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggina, menyebut penyesuain harga BBM tersebut disesuaikan dengan harga yang terjadi di pasar global.

“Kita memahami bahwa penyesuain harga BBM non-seubsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar, sehingga ini merupakan respon terhadap kondisi pasar global,” ujarnya, dikutip Antaranews, Sabtu (18/04).

Ia mencontohkan, negara-negara tetangga yang telah menaikan harga BBM lebih dahulu dengan rentang kenaikan harga sangat tinggi.

Menurutnya, yang terpenting adalah memastikan harga transparan, kompetitif, dan tidak menimbulkan distorsi pasar.

“Tapi hal penting yang perlu kami tekankan adalah pemerintah memastikan harga BBM subsidi, baik itu pertalite dan solar suubsidi, tidak naik,” ujarnya, Sabtu (18/04).

Ia menegaskan, pemerintah akan menjaga stabilitas harga Pertalite dan solar subsidi hingga akhir tahun ini dengan prioritas menjaga daya beli masyarakat dan melindungi kelompok rentan.

“Namun demikian, sekali lagi, kita pasti bisa melewati kondisi ini dengan kerja sama dan dukungan dari masyarakat. Insya Allah kita bisa survive,” pungkanya. (Aditya/Red)

Komentar