Wakil Ketua DPRD Sumenep Minta Infrastruktur Jadi Prioritas

Aditya Apriyanto
Wakil Ketua DPRD Sumenep, H. Dul Siam memberi sorotan terhadap ketimpangan infrastruktur menyusul peristiwa ibu hamil yang terpaksa ditandu di Kangayan.
Wakil Ketua DPRD Sumenep, H. Dul Siam memberi sorotan terhadap ketimpangan infrastruktur menyusul peristiwa ibu hamil yang terpaksa ditandu di Kangayan. (Foto: Porosbaru.com/Aditya).

Sumenep, Porosbaru.com : Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep angkat suara menyusul peristiwa ibu hamil yang terpaksa ditandu akibat jalan rusak di Kangayan.

Wakil Banggar sekaligus Wakil Ketua DPRD Sumenep, H. Dul Siam, menegaskan jalan poros yang menjadi akses antar desa seharusnya menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.

Ia mencontohkan, sejumlah ruas jalan yang membutuhkan perhatian serius, seperti jalan sawah sumur–Cangkraman dan Gelaman–Cellong, yang hingga kini membutuhkan perbaikan.

“Semestinya semua jalan-jalan poros yang menjadi akses antar desa menjadi prioritas pembangunan daerah, seperti Jln sawah sumur-cangkramaan, jalan gelaman-cellong dsb,” ungkapnya kepada porosbaru, Sabtu (18/04) sore.

Menurutnya, keterpenuhan akan infrastruktur jalan harus menjadi skala prioritas pembangunan, baik infrastruktur di wilayah kepulauan maupun daratan.

“Keterpenuhan infrastruktur jalan harus jadi skala prioritas pembangunan baik kepulauan maupun daratan,” tegasnya.

Dul Siam menilai, kejadian tersebut menjadi pengingat akan pembangunan infrastruktur dasar di sejumlah wilayah, khususnya kepulauan, masih belum merata dan masih menjadi pekerjaan rumah.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan porosbaru, legislator PKB itu juga pernah menyinggung ketimpangan pembangunan antara kepulaun dan daratan dalam forum Musrenbang RKPD 2027, di pendopo Kraton Sumenep, Senin (29/03).

Dalam forum tersebut, Dul Siam, menyampaikan pokok-pokok pikiran rakyat dengan disparitas pembangunan antara daratan dan Kepulauan masih menjadi masalah yang belum terselesaikan.

”Sampai saat ini, yang kami rasakan masih ada kesenjangan pembangunan antara daratan dan Kepulauan. Melalui forum ini, bisa menjadi perhatian serius karena masyarakat kepulauan memiliki hak sama dalam mendapatkan pelayanan dan pembangunan,” ujarnya, Senin (29/03).

Ia juga menyinggung Sumenep tidak hanya wilayah daratan saja, tapi terdiri dari Pulau-Pulau. “Ada 126 Pulau yang ada di wilayah Kepulauan Sumenep,” tandasnya. (Aditya/Red).

Poros Baru berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang dan terpercaya dengan semangat jurnalisme profesional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang Iklan Anda di Poros Baru sekarang.

TERKAIT

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *