Sumenep, Porosbaru.com : Ketua Tim Rukyatul Hilal Kemenag Sumenep, H. Faisal, menyatakan hilal tidak terlihat dalam pengamatan yang dilakukan di Pantai Tanaros pada Kamis (19/03), petang.
Hal tersebut ia sampaikan setelah tim Kemenag Sumenep bersama Ormas Keagamaan gagal melakukan pengamatan sebab kondisi cuaca yang mendung tebal.
“Hasil pengamatan Kemenag Sumenep bersama Ormas Keagamaan menyatakan kondisi langit barat mendung, sehingga hilal tidak dapat terlihat,” ungkapnya dalam siaran pers.

Berdasarkan data hisab yang dipaparkan, matahari terbenam pada pukul 17.36 serta hilal terbenam pada pukul 17.45 dengan lama durasi 9 menit 4 detik di atas ufuk.
“Tinggi hilal saat matahari terbenam tercatat 2°19’42, dengan elongasi 5°28’10 dengan suhu udara 29 derajat Celsius, kecepatan angin sekitar 8 km/jam, dan kelembaban mencapai 79 persen,” katanya.
Meski secara perhitungan hilal telah berada di atas ufuk, keterbatasan visibilitas akibat cuaca membuat tim tidak dapat mengonfirmasi secara langsung, baik dengan mata telanjang maupun alat bantu.
H. Faisal memperkirakan berdasarkan hasil perhitungan pihaknya bersama Ormas keagamaan, hari raya Idul Fitri diperkirakan jatuh pada tanggal 21 Maret 2026.
Namun, ia juga menyampaikan kemungkinan adanya wilayah lain di Indonesia bagian barat yang berpotensi melihat hilal, sehingga keputusan akhir akan mengacu pada laporan nasional.
“meski begitu mungkin pengamatan yang dilakukan di bagian barat bisa terlihat, kita tunggu hasil sidang isbat pemerintah,” pungkasnya.
Pantaun di lapangan, tampak hadir perwakilan dari berbagai ormas keagamaan seperti NU dan LDII yang juga mengamati kondisi hilal. Sementara masyarakat juga tampak menyaksikan jalannya kegiatan. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Jangkau ribuan pembaca setiap hari. Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .











Komentar