Wabup Optimis PAD Sumenep 2026 Capai Target, Tapi Hanya 90 Persen

Aditya Apriyanto
KH. Imam Hasyim optimis PAD Sumenep 2026 Capai Target, Tapi Hanya 90 Persen
Wabub Sumenep KH. Imam Hasyim saat diwawancari awak media secara doorstop usai membacakan Jawaban Bupati atas kritik 7 fraksi DPRD Sumenep soal APBD Sumenep 2027, Rabu (14/10/2026) malam. (porosbaru.com/aditya).

Sumenep, Porosbaru.com : Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim mengakui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026 tidak akan mencapai 100 persen. Ia memperkirakan realisasi pendapatan daerah tersebut paling tinggi hanya 90 persen.

Pernyataan itu disampaikan Imam Hasyim saat diwawancarai awak media secara doorstop pada Rabu (14/10/2026) malam, ketika menghadiri rapat paripurna Jawaban Bupati atas kritik tujuh fraksi DPRD Sumenep terhadap Rancangan APBD Sumenep 2027.

“Optimis (PAD) capai target. Oh, enggak sampai 100 persen. Yang paling banyak adalah 90 persen,” kata Imam Hasyim.

Terkait berbagai catatan dan kritik fraksi DPRD, Imam mengatakan pemerintah daerah akan mengakumulasi seluruh masukan untuk dibahas lebih lanjut bersama komisi-komisi di DPRD Sumenep.

Menurutnya, masukan tersebut diharapkan bersifat konstruktif sehingga dapat menjadi bahan perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Akumulir dan itu akan kita bahas bersama, penyelesaian nanti di tiap-tiap komisi itu sendiri,” ujarnya.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan fraksi DPRD ialah defisit anggaran dan minimnya alokasi belanja modal dalam RAPBD 2027.

Menanggapi hal itu, Imam menjelaskan, belanja modal berkaitan dengan transfer anggaran dari pemerintah pusat kepada daerah.

Karena itu, Pemkab Sumenep akan berupaya menyesuaikan kebijakan belanja dengan kemampuan keuangan daerah.

“Karena di situ kan ada hubungannya dan koneksinya dengan transfer dari pusat itu ke daerah,” katanya.

Imam juga mengakui realisasi belanja modal pada 2026 belum banyak mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mengupayakan percepatan realisasi sesuai target.

“Ya, tentunya itu memang tidak banyak bertambah daripada yang kemarin. Namun, hari ini kita upayakan,” ujarnya.

Berdasarkan penulusuran Porosbaru.com di laman Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Kemenkeu pada Jumat (16/10/2026), PAD Sumenep 2026 baru mencapai 76,98 persen atau sekitar Rp273,17 miliar.

Imam menambahkan, peningkatan PAD menjadi salah satu upaya yang akan ditempuh pemerintah daerah untuk mendukung pembiayaan pembangunan.

Meski demikian, pengakuan Imam mengenai proyeksi realisasi PAD yang maksimal 90 persen menjadi perhatian di tengah pembahasan Rancangan APBD Sumenep 2027, ketika peningkatan pendapatan daerah diperlukan untuk menopang belanja dan program pembangunan Kabupaten Sumenep. (dty/rd).

Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *