Sumenep, Porosbaru.com : Santunan asuransi bagi jamaah haji Sumenep yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji 2026 mulai dicairkan oleh ahli waris.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Sumenep, KH. Ahmad Halimy, menyebut dari tiga jamaah haji yang wafat, hinga bulan Juni baru satu ahli waris mencairkan santunan.
“Untuk tiga jamaah kita (yang wafat), yaitu Almarhum Pak Abdul Aziz, Almarumah Bu Nawa, kemudian Bu Sanyatun. Yang sudah sudah cair sampai hari ini dan sudah diterima ahli waris (adalah) Alm Pak Aziz. Sedangkan untuk kedua Almarhumah masih dalam proses,” ungkapnya saat ditemui, Senin (30/06) siang.

KH. Halimi menjelaskan setiap jamaah yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah rukun islam kelima itu berhak mendapatkan santunan asuransi.
Nilai santunan tersebut setara dengan biaya pelunasan haji yang telah jamaah bayarkan sebelum pelaksanaan.
“Untuk jamaah yang wafat dalam pelaksanaan haji, maka jamaah tersebut akan mendapatkan santunan. Santunan itu senilai dengan biaya pelunasan yang mereka bayarkan untuk melunasi biaya haji,” jelas Halimy.
Menurutnya, santunan tersebut merupakan santunan satu-satu yang diberikan kepada ahli waris jamaah haji yang wafat saat pelaksaan di tanah suci.
Kendati masih terdapat dua ahli waris jamaah yang belum mencairkan, Halimy menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan ahli waris guna asuransi santunan cepat terselesaikan.
“Tidak, cuma itu (santunan). Kita terus berkoordinasi dengan Kanwil. Kami selalu diberi tahu kalau prosesnya telah selesai. Supaya ahli warisnya mengecek apakah dananya sudah diteria atau tidak,” imbuhnya.
Selain itu, Halimy juga menyebut pihaknya tengah mengevaluasi pelaksaan ibadah haji 2026 yang akan disampaikan dalam pelaksaan retreat di Asrama Haji, Jakarta bulan ini.
Berdasarkan masukan yang terima pihaknya, mayoritas jamaah haji merasa puas, terutama dalam pelayanan bagi jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jamaah dengan kondisi kesehatan khusus.
“Sebentar lagi kita secara nasional akan ada evaluasi, juga dari Kanwil akan ada evaluasi. Alhamdulillah, secara umum puas dengan pelaksanaan haji tahun ini. Untuk yang lansia sekarang perhatiannya lebih bagus, kemudian yang disabilitas dan memilki resiko tinggi juga diperhatikan secara khusus,” tegas Halimy.
Kendati demikian, terdapat masukan di lapangan yang perlu pihaknya sampaikan, seperti penerimaan tamu sebelum pemberangkatan.
Menurutnya, tidak sedikit jamaah haji yang masuk ke klinik Asrama Haji di Surabaya lantaran kelelahan melayani tamu sebelum pemberangkatan.
“Kalau mau berangkat biasanya banyak tamu. Dan itu tidak hanya terjadi di Madura, tetapi di Jawa Timur. Ada beberapa jamaah haji karena kelelahan menerima tamu, sampai di Asrama Haji harus masuk ke klinik,” tutur Halimy.
Karena itu, keluarga jamaah diharapkan memperhatikan kondisi jamaah, terutama bagi jamaah lanjut usia maupun yang memilki resiko kesehatan tinggi.
Ia berharap hasil evaluasi yang pihaknya terima dapat menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan jamaah haji di tahun mendatang.

“Keluarga jamaah juga harus memperhatikan, terutama jamaah yang memang berisiko tinggi. Jangan terlalu dipaksa menerima tamu, mungkin diterima keluarga yang lain. Kami terus mengevaluasi agar pelaksaan haji di tahun mendatang semakin optimal,” pungkas Halimy. (Red/Aditya).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .










Komentar