Kepulangan Haji dan Naiknya Pertamax Picu Antrean Panjang di SPBU Manding

Sumenep, Porosbaru.com : Antrian kendaraan mengular panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kecamtan Manding, Senin (22/06) malam.

Pantauan di lokasi, deretan sepeda motor dan mobil tampak memanjang hingga sekitar 50 meter di luar area SPBU guna mendapatkan BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar.

Antrean bahkan memakan sebagian bahu jalan dan berlangsung sejak sore hingga menjelang tengah malam. Sementara pengisian BBM jenis pertamax tampak sepi peminat.

Apri (24), salah seorang pengendara yang ikut mengantre, mengaku sengaja datang setelah mendapat informasi bahwa BBM jenis Pertalite kembali tersedia.

“Saya dari tadi sudah mengantre. Saya dapat kabar pertalite baru tersedia sore ini, makanya saya kemari, juga ikut mengantre,” jelas Apri di lokasi.

Menurutnya, masyarakat Manding dan wilayah sekitarnya telah merasakan sulitnya mendapatkan Pertalite sejak tiga hari terakhir.

Kondisi tersebut membuat banyak warga dan dirinya terpaksa membeli BBM eceran untuk memenuhi kebutuhan harian.

“Tiga hari beli eceran. Pertamax ‘kan sekarang harganya sudah naik,” ibunya singkat.

Terpisah, Supervisor SPBU Manding, Prass, menjelaskan membludaknya antrean dipicu karena tidak adanya pengiriman BBM pada hari Minggu sebelumnya.

Selain itu, momentum kepulangan jamaah haji juga turut disebut meningkatkan jumlah kendaraan yang datang ke SPBU guna mendapatkan BBM bersubsidi.

“Kalau masalah antrean, sebenarnya hampir semua SPBU sama. Kemarin tidak ada kiriman karena hari Minggu, sementara konsumen banyak yang ingin mengisi kendaraan mereka karena khawatir kehabisan BBM, ditambah kepulangan jamaah haji” jelas Pras saat dihubungi, Senin (22/06) malam.

Prass tidak menepis antrean panjang juga dipicu akibat konsumen pertamax banyak beralih menggunakan pertalite setelah kabar kenaikan harga BBM nonsubsidi diumumkan.

Ia memperkirakan konsumsi pertalite di SPBU Manding meningkat drastis hingga 60 persen dibandingkan sebelum kenaikan yang hanya 40 persen.

“Kalau membludaknya antrean karena konsumen yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke Pertalite. Setelah harga pertamax naik, pengguna pertalite bertambah cukup banyak, sementara penjualan pertamax menurun,” terangnya.

Kendati demikian, Pras belum memastikan terkait kabar adanya pengurangan kuota atau pasokan Pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten Sumenep.

Ia hanya mengatakan kekosongan stok yang sempat terjadi disebabkan oleh melonjaknya permintaan masyarakat.

“Kalau soal pengurangan pasokan saya kurang tahu. Tapi kalau Pertalite sempat kosong, itu karena konsumen yang sebelumnya memakai Pertamax berpindah ke Pertalite cukup signifikan,” katanya.

Prass pun mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre serta mengutamakan keselamatan berlalu lintas, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada musim kepulangan jamaah haji.

“Semoga para jamaah menjadi haji yang mabrur. Untuk yang menjemput maupun konvoi di jalan, semoga diberikan keselamatan dan tetap saling menghargai sesama pengguna jalan,” pungkasnya.

Meski antrean menjular panjang, pantauan porosbaru sepanjanjang jalan SPBU Manding tampak lancar berkat pengaturan lalu lintas Polsek Manding sejak ba’da Maghrib hingga menjelang tengah malam. (Red/Adity).

Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .

IKLAN
Slot Iklan Tersedia

Komentar