Resmi Diluncurkan Bupati, Ini Makna Filosofis Logo Hari Jadi Sumenep ke-758

Suenep, Porosbaru.com : Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi melunncurkan logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep (HJKS) ke-758 di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Sabtu (20/6/2026) malam.

Logo yang mengusung tema “Songennep Sodek Parjuga” itu akan menjadi identitas resmi seluruh rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, logo karya Chainurrahman itu dipili karena memilki kedalaman makna filosofis antara warisan masa lalu dengan harapan masa depan yang ingin diwujudkan Kota Keris.

“Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ini bukan sekadar simbol atau gambar, melainkan cerminan dari perjalanan sejarah, kekayaan budaya, dan optimisme masyarakat dalam melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Fauzi saat peluncuran logo.

Berbagai elemen khas Sumenep ditampilkan dalam desain tersebut. Unsur budaya seperti Tari Sintong, keris, dan batik hadir sebagai simbol identitas daerah yang selama ini melekat kuat pada Kabupaten Sumenep.

Ketiganya dipilih untuk menggambarkan karakter masyarakat yang menjunjung tinggi nilai budaya, kesantunan, dan spiritualitas.

Tari Sintong melambangkan nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat. Sementara keris dan batik menjadi representasi warisan budaya yang terus dijaga serta dikembangkan sebagai kebanggaan daerah.

Kehadiran elemen tersebut sekaligus mempertegas posisi Sumenep sebagai Kota Keris yang dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Fauzi, kekayaan budaya merupakan fondasi penting yang harus tetap dijaga di tengah berbagai perkembangan pembangunan dan modernisasi yang terus berlangsung.

Kami ingin menghadirkan semangat kebersamaan dalam mewujudkan Sumenep yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.

Selain menampilkan identitas budaya, logo Hari Jadi ke-758 juga memuat simbol sektor minyak dan gas bumi (Migas).

Kehadiran unsur migas mencerminkan potensi ekonomi strategis yang dimiliki Kabupaten Sumenep dan diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pembangunan daerah.

Potensi tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah berharap sektor migas tidak hanya menjadi simbol dalam logo, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

Keseluruhan elemen dalam logo dipadukan dengan warna merah, yang melambangkan semangat perjuangan.

Warnakuning mencerminkan kemakmuran dan kejayaan, sedangkan hijau menggambarkan harmoni, kebersamaan, serta kehidupan sosial masyarakat yang rukun.

Selain itu, angka 758 menjadi penanda usia Kabupaten Sumenep yang telah menempuh perjalanan panjang sejak berdiri pada tahun 1269 hingga memasuki peringatan hari jadi pada 2027 mendatang.

Fauzi menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan yang diraih Kabupaten Sumenep selama ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Karena itu, momentum Hari Jadi ke-758 diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Keberhasilan pembangunan yang dicapai saat ini merupakan buah dari partisipasi seluruh elemen masyarakat yang memberikan kontribusi sesuai peran dan kemampuannya masing-masing,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang sama untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan.

Pembangunan daerah akan berhasil apabila seluruh elemen masyarakat memiliki tekad yang sama untuk berpartisipasi dan berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing,” pungkas Fauzi . (Red/Aditya).

Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .

IKLAN
Slot Iklan Tersedia

Komentar