Jalan Rusak Parah, Ibu Hamil Di Sumenep Terpaksa Ditandu

Sumenep, Porosbaru.com : Iriayana (36), warga Desa Cangkramaan, Kangayan, Sumenep harus mengelus dada sebab terpaksa ditandu oleh warga setempat saat hendak melahirkan pada Rabu (14/04) pagi.

Peristiwa yang sempat terekam oleh kamera ponsel warga, sontak menyebar luas di grub WhatsApp dan menuai berbagai komentar dari warga Kangean.

Salman Alfarisi, warga Kangean menceritakan peristiwa terjadi akibat akses menuju fasilitas kesehatan rusak parah sehingga pasien terpaksa ditandu melalui jalan setapak dan medan perbukitan yang terjal.

“Jalan utama, poros selatan Batuputih-Tembayangan-Cangkramaan rusak parah. Terpaksa pasien ditandu melalui jalan alternatif berupa jalur setapak perbukitan yang terjal dan licin,” ujar Salman, Jumat (17/04) pagi.

Menurutnya, peristiwa serupa bukan hal yang baru bagi warga setempat. Ia menilai adanya ketimpangan pembangunan di kepulauan sehingga warga harus menghadapi resiko tinggi, terutama dalam situasi darurat.

“Kejadian dalam kondisi tidak hujan. Kondisi jalan masih tetap membahayakan. Apalagi, bayangkan, kalo hujan dan dalam situasi darurat seperti ibu hamil itu, apa tidak dzolim pemerintah,” tambahnya.

Humas Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka) itu mengaku pihaknya telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut, baik secara langsung maupun melalui paltform media online.

Ketimpangan pembangunan: Kondisi poros selatan yang menjadi mobilitas vital warga.
Ketimpangan pembangunan: Kondisi poros selatan yang menjadi mobilitas vital warga. (Foto: Porosbaru.com/Aditya).

Bahkan di awal tahun ketika musim hujan tiba, Salman menyebut telah menagih janji Bupati Sumenep untuk memperbaiki poros utara dan selatan saat berkampanye di Pulau Kangean.

“Bupati saat kampenya di Kangean berjanji akan memperbaiki poros selatan dan utara, namun hingga sekarang tidak ada realisasinya. Sekarang lihat sendiri penderitaan warga,” tegasnya.

Ia bersama Formaka menegaskan akan mengawal persoalan tersebut hingga ada dampak nyata dari Pemerintah.

Salman juga meminta pemerintah daerah segera turun langsung melihat kondisi di lapangan agar tidak hanya menerima laporan administratif semata.

“Perbaikan infrastruktur jalan di Kangean tidak bisa lagi ditunda. Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Jangan sampai setiap kejadian seperti ini hanya viral sesaat tanpa ada tindak lanjut,” pungkasnya.

Sementara itu, Mawar (nama samaran) perawat kesehatan setempat, memaparkan kondisi pasien telah berhasil mendapat penanganan medis meski sempat mengalami keterlambatan akibat akses yang sulit.

Pasien langsung ditangani. Alhamdulillah kondisinya bisa tertolong, sekarang sudah berangsur membaik dan sedang dalam perawatan lanjutan,” tandasnya, Jumat (17/04).

Sebagai diberitakan porosbaru sebelumnya, poros selatan-Batuputih-Cangkramaan-merupakan jalur vital mobilitas masyarakat Kangean dengan medan geografis sangat curam dan berbahaya.

Hingga berita ini dirilis belum ada keterangan resmi dari pihak terkait guna menindaklanjuti peristiwa tersebut. Porosbaru akan mencoba menghubungi dinas terkait guna meminta keterangan resmi. (Aditya/Red).

Komentar