Karang Taruna Laskar Obor dan SKK Migas-KEI Berdayakan Warga Rentan di Sapeken

Sumenep, Porosbaru.com : Sejumlah kelompok rentan di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mengikuti pelatihan daur ulang sampah non-B3 yang digelar Karang Taruna Laskar Obor bersama SKK Migas-KEI, Sabtu (15/08).

Peserta yang terdiri dari perempuan kepala keluarga dan penyandang disabilitas dilatih mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Mereka juga menerima bahan praktik untuk memulai produksi secara mandiri.

Ketua Karang Taruna Laskar Obor, Imran, mengatakan pelatihan bertujuan mengubah sampah menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.

“Dari kegiatan ini kami berharap sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis,” ujar Imran, Sabtu (15/08).

Menurutnya, peserta tidak hanya dibekali pelatihan semata, melainkan juga membantu membuka akses pemasaran agar produk yang dihasilkan dapat berkembang menjadi usaha berkelanjutan.

Imran menilai ketersediaan mesin jahit masih menjadi kebutuhan utama untuk mendukung pembuatan tas berbahan daur ulang.

“Kami berharap Pemerintah Desa maupun KEI dapat membantu peralatan yang dibutuhkan. Tadi masih ada kekurangan mesin jahit untuk mendukung proses pembuatan produk,” katanya.

Selain pelatihan produksi, peserta juga menerima materi edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga, dengan hararapan dapat mendorong masyarakat mengurangi sampah plastik sekaligus mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pagerungan Besar, Mursalin, mengapresiasi inisiatif Karang Taruna Laskar Obor beserta seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Ia berharap kolaborasi antara Karang Taruna, Pemerintah Desa, serta SKK Migas-KEI terus diperkuat agar program pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan, melainkan berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberi manfaat sosial dan ekonomi.

Menurut Mursalin, keberhasilan program nantinya tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari keberlanjutan produksi, pemanfaatan bahan daur ulang, terbentuknya peluang usaha, hingga kemampuan kelompok peserta untuk berkembang secara mandiri.

“Kami sangat mengapresiasi peserta dan pelaksana kegiatan karena telah menginisiasi kegiatan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya. (Aditya/Red).

Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .

Komentar