Sumenep, Porosbaru.com : Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengingatkan kepada seluruh sekolah di Kota Keris agar pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak diwarnai praktek perpoloncoan dan tindakan yang mengarah kekerasan fisik
Peringatan tersebut disampaikan Fauzi saat diwawancarai awak media pasca melantikan dan membacakan sumpah 25 pejabat administrator pada Senin (13/07) di Pendopo Keraton Agung Sumenep.
“Kami tadi sudah turun ke bawah, ke SMPN 1 (Sumenep) dan (SDN) Pabian III. Kami juga sudah menyampaikan agar penerimaan siswa-siswi baru lebih kepada edukasi dan pengenalan lingkungan sekolah,” ujar Fauzi, Senin (13/07) pagi.

Menurutnya, esensi MPLS adalah membantu siswa baru mengenal lingkungan sekolah, guru, tata tertib, dan budaya belajar, bukan memberikan hukuman atau tekanan.
Karena itu, kepala sekolah diminta mengawasi seluruh rangkaian kegiatan MPLS, termasuk aktivitas yang melibatkan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
“Ada batasan-batasan yang harus dikoordinasikan dengan senior-senior, dalam hal ini OSIS. Kami juga sudah menyampaikan kepada kepala sekolah agar jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” katanya.
Fauzi menegaskan, seluruh kegiatan selama MPLS harus berorientasi pada edukasi dan pengenalan lingkungan sekolah. Ia tidak menginginkan adanya aktivitas yang berpotensi menimbulkan kekerasan, baik secara fisik maupun mental.
Orang nomor wahid di Sumenep itu berharap seluruh satuan pendidikan mematuhi arahan tersebut sehingga pelaksanaan MPLS berlangsung aman, nyaman, dan mampu menciptakan kesan pertama yang positif bagi para peserta didik baru.

“Lebih kepada edukasi dan pengenalan sekolah. Tidak kepada hal-hal yang bersifat secara fisik ataupun mental,” tandasnya. (Red/Aditya)
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .













Komentar