Hadiri Kick Off Peringatan HSN, Bupati Fauzi: Momentum Meneladani Perjuangan Ulama 

Porosbaru
IMG 20261003 WA0001
Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo memberikan sambutan dalam acara peringatan Kick Off HSN 2026.(Foto : Porosbaru.com)

SUMENEP, Porosbaru.com : Momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, Hari Santri menjadi momentum penting untuk mengenang sekaligus menghargai perjuangan para santri dan ulama dalam perjalanan sejarah bangsa.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat menghadiri Kick Off Peringatan HSN 2026 yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. Acara Kick Off  HSN dipusatkan di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Kamis (1/10/2026).

Kehadiran Bupati menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terhadap pelaksanaan rangkaian HSN 2026 yang melibatkan seluruh elemen Nahdlatul Ulama, mulai dari jajaran pengurus berbagai tingkatan, badan otonom, lembaga, hingga warga Nahdliyin.

Menurut Fauzi, peringatan Hari Santri memiliki nilai penting bagi generasi penerus. Momentum tersebut menjadi ruang untuk kembali mengingat nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para santri dan ulama, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengabdian kepada bangsa dan masyarakat.

“Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, ini sangat penting, salah satunya untuk menghargai pejuang dan syuhada kita yang mengajarkan kita apa arti perjuangan. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi,” ujar Achmad Fauzi.

Ia menilai, semangat perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu perlu terus diteruskan oleh generasi muda. Bukan hanya melalui pemahaman sejarah, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti memperkuat gotong royong, kepedulian sosial, serta pengabdian kepada masyarakat.

Karena itu, Bupati berharap peringatan HSN tidak berhenti pada rangkaian kegiatan perayaan. Semangat Hari Santri harus mampu menjadi pengingat bersama untuk menjaga kebersamaan sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga semangat perjuangan ini terus tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda, melalui gotong royong, kepedulian, dan pengabdian nyata di tengah masyarakat,” katanya.

PCNU Sumenep Tekankan Kekompakan Memasuki Abad Kedua NU 

Sementara itu, Ketua PCNU Sumenep KH. MD. Widadi Rahim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar NU yang hadir dalam Kick Off Peringatan HSN 2026.

IMG 20261003 WA0000

Menurutnya, kehadiran berbagai unsur NU menunjukkan kekompakan dan kebersamaan yang menjadi modal penting bagi organisasi untuk terus bergerak dan berkembang.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar NU yang telah hadir dan menunjukkan kekompakan pada Kick Off Peringatan Hari Santri 2026 ini,” ujar Kiai Widadi.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran PCNU, lembaga, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) hingga ranting, serta berbagai badan otonom NU. Di antaranya GP Ansor, Banser, Pagar Nusa, Pergunu, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, PMII dan unsur Nahdliyin lainnya.

Widadi menilai, kekompakan seluruh elemen tersebut menjadi modal besar bagi NU Sumenep untuk melangkah bersama, khususnya dalam memasuki Abad Kedua Nahdlatul Ulama.

“Ini merupakan modal besar bagi kita untuk maju bersama. Kekompakan dan kebersamaan seluruh elemen NU harus terus kita jaga dan kuatkan dalam memasuki Abad Kedua Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

Puluhan Agenda Warnai HSN 2026 

Peringatan HSN 2026 di Kabupaten Sumenep mengusung tema “Santri Berdaya, Pesantren Maju, Indonesia Jaya.” PCNU Sumenep menyiapkan berbagai kegiatan yang dikemas dalam agenda keagamaan, perlombaan, hiburan, pameran, hingga kirab dan resepsi Hari Santri.

IMG 20261003 WA0002

Setelah Kick Off pada 1 Oktober, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Santri Bershalawat bersama Gus Kautsar pada 6 Oktober yang dipusatkan di depan Labang Mesem.

Memasuki pertengahan Oktober, sejumlah perlombaan juga digelar. Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) dijadwalkan pada 17 Oktober, disusul Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) pada 18 Oktober di Aula Al-Ikhlas Kemenag Sumenep.

Sementara itu, lomba film pendek Santri dan Cerpen Santri berlangsung secara daring pada 1–22 Oktober. Lomba paduan suara digelar secara daring pada 1–15 Oktober dan dilanjutkan dengan final 10 besar pada 22 Oktober di depan Labang Mesem.

Agenda lainnya adalah lomba stand up comedy santri yang berlangsung secara daring pada 5–15 Oktober. Final 10 besar dijadwalkan pada 23 Oktober di depan Labang Mesem.

Pada 22 Oktober, rangkaian HSN dilanjutkan dengan Apel Hari Santri di halaman Kantor Bupati Sumenep. Pada tanggal yang sama hingga 24 Oktober, PCNU Sumenep juga menggelar Pameran Expo Kemandirian Pesantren dan UMKM NU di depan Labang Mesem.

Puncak rangkaian HSN 2026 dijadwalkan pada 24 Oktober melalui Kirab/Pawai Hari Santri dengan rute di wilayah Kota Sumenep.

Pada malam harinya, rangkaian peringatan HSN 2026 ditutup dengan Istighatsah dan Resepsi Hari Santri 2026 yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 hingga 23.59 WIB di depan Labang Mesem Sumenep. Dalam agenda tersebut, PCNU Sumenep menghadirkan Ning Inayah Wahid.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah, konsolidasi organisasi, serta meningkatkan kontribusi santri, pesantren dan seluruh elemen NU dalam kehidupan sosial, keagamaan, pendidikan dan kemasyarakatan di Kabupaten Sumenep.(Rd)

Poros Baru berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang dan terpercaya dengan semangat jurnalisme profesional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang Iklan Anda di Poros Baru sekarang.

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *