Sumenep. Porosbaru.com : Kacang hijau kuning, atau warga Sumenep kerap menyebutnya Arta’ kini telah masuk dalam daftar penelitian BRIN setelah di diajukan sebagai kekayaan plasma nutfah asli Sumenep oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat.
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid mengatakan, saat ini proses pendaftaran hak paten tengah berlangsung dengan serangkaian proses sebelum ditetapkan sebagai tanaman khas asli Sumenep.
“Masih berlangsung proses penelitiannya. Setelah itu ada proses pemurnian dan pelepasan varietas. Baru kemudian ditetapkan sebagai varietas Sumenep. Mudah-mudahan tahun ini selesai,” ujarnya saat ditemui di ruangannya pada Selasa (14/07) sore.

Menurut Inong, sapaan akrabnya, komuditas tersebut didaftarkan dengan nama Arta’ Potre’ Kone’ng sebab perbedaan yang mencolok dibanding kacang hijau pada umumnya.
Salah satu perbedaannya, kata Inong, terletak pada warna kuning yang mencolok, bentuk dan tekstur yang menjadi ciri khas varietas lokal tersebut.
“Sebenarnya sama-sama kacang hijau, hanya saja memilki kekhasan pada warna, bentuk, dan teksturnya. Varietas ini hanya ada di Sumenep, makanya kita harus bangga,” paparnya seraya bersemangat.
Inong menjelaskan, varietas Arta‘ sebenarnya telah lama dibudidayakan masyarakat dan tersebar di sejumlah Kecamatan di Sumenep.
Sebarannya dapat ditemukan di wilayah Utara dan barat kota Sumenep, seperti Kecamatan Manding, Batuputih, Ambunten, Pasongsongan dan Lenteng.
Bahkan, papar Inong, hasil panennya telah menembus di pasar Surabaya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Kota Pahlawan.
“Biasanya ditemukan di wilayah itu. Arta‘ ini sering diperjualbelikan di pasar-pasar tradisional Sumenep, bahkan sering dikirim ke Surabaya,” paparnya.
Selain Arta’ Potre’ Kone’ng, DKPP Sumenep turut mengusulkan sejumlah komuditas lainnya guna melindungi varietas asli Sumenep.
Inong menyebut varietas lainnya yang diajukan, diantaranya, pisang kepo’, kacang koma’, cabbhi jamo, tembakau Prancak CK-95, bhabeng mera, cengkeh Masa Lembu, timun hingga cabai rawit asli Sumenep.
“Sekali lagi kita harus berbangga, kita memilki banyak varietas lokal. Selain Arta’ Potret Kone’ng, ada temkabau 95, cabbhi jhamo, kacang koma’, cengkeng Masa Lembu, dan beberapa komiditas lainnya lainnya yang sedang kita inventaris,” ungkapnya.
Menurutnya, inventaris varietas Sumenep itu amatlah penting guna menjaga kelestarian tanaman, kebanggaan serta pengetahuan di generasi Sumenep kelak hari.
Ia berharap, variates tersebut tidak hanya menjadi identitas pertanian Sumenep, tetapi juga memilki nilai ekonomi yang tinggi guna mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Semoga varietas-varietas lokal ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya para petani. Kedepan budidaya komoditas ini akan terus kita tingkatkan dan kembangkan,” tandas Inong. (Red/Aditya).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .












Komentar