Hilal Tidak Terlihat Di Sumenep, Kemenag Akan Laporkan Hasilnya

Aditya Apriyanto
Tim gabungan rukyatul hilal Ramadan 1447 H Kemenag Sumenep melakukan pemantauan hilal menggunakan teropong di lokasi pantai Tanaros, Ambunten.
Tim gabungan rukyatul hilal Ramadan 1447 H Kemenag Sumenep melakukan pemantauan hilal menggunakan teropong di lokasi pantai Tanaros, Ambunten. (Foto: porosbaru.com/Aditya).

Sumenep, porosbaru.com : Hilal 1 Ramadan 1447 Hijriah tidak terlihat dalam pengamatan Kemenag Sumenep di pantai Tanaros, Ambunten pada Selasa (17/02).

Kondisi cuaca yang mendung dengan awan tebal di ufuk barat menjadi faktor utama gagalnya pengamatan.

Tim Kemenag Sumenep menjelaskan matahari terbenam pada pukul 17:48:49 WIB, sedangkan hilal tercatat terbenam lebih dahulu pada pukul 17:43:43 WIB.

Ketinggian matahari berada pada posisi -1° 18’ 35” dari ufuk mar’i dengan elongasi -1°33’16”.

Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid saat diwawancari selepas rukyatul hilal Ramadan 1447 H di Pantai Tanaros, Sumenep.
Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid saat diwawancari selepas rukyatul hilal Ramadan 1447 H di Pantai Tanaros, Sumenep.

Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid menyampaikan, rukyatul hilal merupakan bagian dari perintah agama sekaligus tanggung jawab institusi.

Menurutnya, hasil yang diperoleh oleh tim gabungan Kemenag Sumenep akan pihaknya sampaikan kepada Kemenag Pemprov Jatim.

Kendati demikian, ia menegaskan keputusan penetapan satu Ramadhan masih menunggu sidang isbat Kemenag RI.

“Tentu kegiatan yang kita lakukan hari ini akan kami laporkan ke kantor wilayah Kemenag Provensi Jawa Timur. Dan tentu berpuasa menunggu dari hasil sidang isbat,”

Sebagai informasi, kegiatan tersebut juga melibatkan organisasi keagamaan seperti NU, Muhammdiah dan LDII. Turut hadir pula dari BMKG untuk memastikan keakuratan hasil pengamatan. (Aditya/Red).

IKUTI SALURAN RESMI KAMI
Hobi menulis catatan harian sejak duduk di bangku Menengah Pertama (MTS) mengantarkannya menekuni secara serius dunia kepenulisan di Komunitas Kutub, Yogyakarta. Namun, ia baru hijrah ke dunia jurnalalistik sejak refleksi hidupnya pada isu sosial dan dinamika daerah. Karena itu, ia aktif menulis berbagai topik, mulai dari peristiwa lokal, ekonomi, pemerintahan, hingga persoalan masyarakat. Selain menulis, ia juga gemar membaca buku, melukis realis, dan memiliki minat yang besar pada segala hal yang belum ia ketahui.

Terkait

Ansor Manding Gelar Khotmil Qur’an & Apresiasi Banser

Sumenep, porosbaru.com : Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *