Targetkan 1,2 miliar Wisnu, Musik Tong-Tong Jadi Etalase Budaya Madura

Aditya Apriyanto
Musik Tong-Tong KEN 2026
Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti saat sambutan di pembukaan Festival Musik Tong-Tong 2026 di depan Masjid Jamik Sumenep, Madura. (porosbaru.com/aditya).

Sumenep, Porosbaru.com : Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti mengungkapkan, saat ini pihaknya menargetkan 1,2 miliar pergerakan wisatawan nusantara dan 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Menurutnya, penyelenggaraan festival berbasis budaya di daerah menjadi salah satu upaya untuk mendukung pencapaian target tersebut, termasuk Festival Musik Tong-Tong kebanggaan masyarakat Sumenep.

“Dan kami berharap dari setiap jumlah kunjungan dan pergerakan wisatawan ada di Kabupaten Sumenep, di Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026 ini,” ujar Eni saat memberikan sambutan dalam Festival Musik Tong-Tong 2026, Sabtu (17/10/2026) malam.

Ia menilai, festival tersebut tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga atraksi wisata yang dapat memperkenalkan identitas budaya Madura kepada masyarakat luas.

Eni menyebut, Festival Musik Tong-Tong Sumenep menjadi satu dari 125 event unggulan yang ditetapkan Kementerian Pariwisata RI, dengan 11 event di antaranya berasal dari Jawa Timur.

Menurutnya, penyelenggaraan Festival Musik Tong-Tong 2026 berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan pelaku seni, UMKM, komunitas, dan pekerja pariwisata.

“Melalui penyelenggaraan ini, kita tidak hanya menyelenggarakan festival seni saja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja kreatif dan turut melibatkan banyak pelaku seni dan UMKM serta pekerja pariwisata yang terlibat,” paparnya.

Karena itu, Kementerian Pariwisata berharap Festival Musik Tong-Tong terus berkembang dan menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat dalam mengembangkan atraksi wisata berbasis budaya.

Eni juga berharap penyelenggaraan festival tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi pariwisata Indonesia sekaligus memperkuat daya tarik Sumenep sebagai destinasi wisata budaya.

“Festival Musik Tong-Tong ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi perayaan identitas budaya Madura. Kami berharap festival ini terus berkembang dan mampu memberikan dampak positif bagi pariwisata serta masyarakat Kabupaten Sumenep.” tandasnya. (dty/rd).

Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *