Sumenep, Porosbaru.com : Setelah sebelumnya SDN Guluk Manjuk II, kini giliran SDN Bates, Sumenep, meresmikan Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional (PRAN) Kamis, (04/06) pagi.
Kepala SDN Bates, Amzali, menyebut keterlibatan pihaknya dilandaskan oleh keinginginan memperkuat budaya membaca sejak dini bagi siswa-siswinya.
“Sejak awal kami mengikuti program ini semata-mata untuk mendukung budaya literasi di sekolah. Anak-anak harus rajin belajar dan membiasakan diri membaca buku di perpustakaan agar wawasan dan pengetahuan semakin berkembang,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan gerakan literasi tidak cukup hanya dijalankan oleh pihak sekolah.
Peran orang tua dan keluarga dinilai menjadi aktor penting dalam membentuk kebiasan membaca anak sejak dini.
Karena itu, ia mengajak kepada wali murid untuk ikut mengawal proses belajar di rumah dan tidak membiarkan anak menghabiskan waktu secara berlebihan menggunakan gawai.
“Jangan samapai anak-anak dibiarkan belajar sendiri tanpa pendampingan. Orang tua perlu hadir untuk mengingatkan, menemani, dan membangun kebiasaan membaca di rumah,” tegas Amzali.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Progran Perpustakaan Anak Nasional (PRAN), Moh. Syaiful Bahri, menyampaikan apresiasi kepada SDN Bates.
Ia menilai, keterlibatan SDN Bates menunjukan komitmen nyata dalam menghidupkan budaya membaca di lingkungan sekolah.
“Ini adalah bentuk komitmen sekolah untuk terus menghidupkan perpustakaan sebagai rumah belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak,” katanya.
Salain itu, Syaiful juga menyebut Kemendistek telah menyalurkan buku-buku bahan bacaan untuk mendukung suksesnya garakan membaca itu.
Berdasarkan laporannya, setidaknya terdapat 451 sekolah di Kabupaten Sumenep menerima bantuan bacaan buku bermutu.
Sedangkan 172 sekolah berhasil lolos dalam seleksi Program Perpustakaan Ramah Anak (PRAN) gelombang III, termasuk SDN Bates.
“Ini merupakan kesempatan baik bagi sekolah untuk terus mengawal gerakan literasi. Buku-buku yang tersedia perlu dimanfaatkan secara maksimal agar benar-benar berdampak pada peningkatan minat baca dan kemampuan literasi,” tegas Syaiful.

Pantauan lapangan, peresmian program nasional tersebut dihadiri oleh wali murid, komite sekolah, dewan guru, pemerintah desa serta tim pendamping PRAN sebagai perwakilan Kemendistek. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .













Komentar