Sumenep, Porosbaru.com : Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep menggelar sosialisasi Sensus Ekonomi (SE) 2026 bersama sejumlah perwakilan media di ruang rapat BPS Sumenep, Selasa (02/06) siang.
Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo mengatakan, sosialisasi dilakukan untuk menyebarluaskan informasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung mulai Juni hingga Agustus mendatang.
Menurutnya, hasil sensus nantinya dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, akademisi maupun pelaku usaha dalam mengambil keputusan dan menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Sensus Ekonomi bertujuan merekam perubahan struktur ekonomi selama sepuluh tahun terakhir, termasuk perkembangan perdagangan online, digitalisasi usaha, hingga perubahan pola konsumsi masyarakat,” ujar Handoyo.
Ia menjelaskan, pelaksanaan sensus tahun ini akan memanfaatkan berbagai teknologi informasi, mulai dari aplikasi berbasis Android yang terintegrasi dengan titik koordinat usaha hingga dukungan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu klasifikasi lapangan usaha.
Langkah tersebut dilakukan seiring perkembangan dunia usaha masyarakat Sumenep yang terus mengalami perubahan, dari sistem konvensional menuju pemanfaatan teknologi digital.
“Sekarang banyak usaha yang tidak terlihat secara fisik karena berbasis digital. Melalui sensus ini seluruh aktivitas ekonomi akan tercatat secara lengkap dan akurat,” imbuhnya.
Selain mendata usaha, petugas sensus juga akan melakukan pembaruan data sosial ekonomi keluarga guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi masyarakat.
Handoyo menegaskan, kualitas data menjadi prioritas utama BPS dalam menjaga kepercayaan publik terhadap informasi statistik yang dihasilkan.
“Karena bagi kami data yang akurat adalah benteng terakhir kepercayaan masyarakat. BPS merupakan instansi vertikal yang independen dan bertugas menyajikan data sesuai kondisi yang sebenarnya,” tegasnya.
Oleh sebab itu, ia berharap seluruh petugas sensus dapat menjalankan tugas secara profesional dan mendata kondisi riil yang terjadi di lapangan guna memastikan keakuratan data yang dikumpulkan.
Handoyo juga mengimbau masyarakat agar memastikan petugas yang datang membawa tanda pengenal resmi dan surat tugas dari BPS untuk menghindari potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kami berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” tandasnya.
Sebagai informasi, sebanyak 10 media diundang dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Selain mensosialisasikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS Sumenep juga memaparkan perkembangan inflasi Kabupaten Sumenep periode Mei 2026.
Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama awak media hingga berakhir sekitar pukul 15.30 WIB. (Aditya/Red)
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .












Komentar