Sumenep, Porosbaru.com : Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep bersama Pemkab Sumenep mendorong pengintregasian data melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026.
Program yang dicanangkan pada selasa (21/04) di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menetapkan desa Ketawang Karay, Bata’al Timur, dan Billapora Barat Kecamatan Ganding sebagai binaan awal.
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, mengungkapkan Pemerintah Desa (Pemdes) menjadi birokrasi yang paham akan realitas desa sehingga menjadi fondasi utama pembangunan.
“Program ini penting, karena program pembangunan berbasis data akurat, mutakhir, merupakan fondasi penting dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya saat sambutan, Selasa (21/04).
Imam menambahkan, program yang dikelola BPS Sumenep akan melibatkan empat sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni DPMD, Disdukcapil, Bappeda dan Diskominfo guna mengintegrasikan data.
Terpisah, Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo menyebut, program tersebut akan menjadi jawaban Pemdes ata beban pendataan dari berbagai kementrian dan lembaga di tengah keterbatasan Sumber Daya Manusia.
“ProgramDesa Cantik 2026 kami hadirkan untuk menjawab kondisi di lapangan, di mana perangkat desa selama ini menghadapi beban pendataan dari berbagai kementerian dan lembaga, sementara kapasitas sumber daya masih terbatas,” paparnya, Kamis (23/04).
Handoyo menjalaskan, pihaknya akan melakukan pendampingan penyusunan profil desa terstandar, publikasi statistik desa, pengembangan website berbasis data, hingga menyiapkan agen statistik desa yang cakap mengelola data sesuai prinsip Satu Data Indonesia.
Ia menilai data yang berkualitas mempengaruhi realisasi program pembangunan sehingga Pemdes didorong bertransformasi dari objek pendataan menjadi subjek aktif yang mampu mengelola dan memanfaatkan data.
“Kami meyakini bahwa data berkualitas adalah prasyarat perencanaan yang berkualitas. Dengan data yang baik, pembangunan desa dapat lebih tepat sasaran dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandas Handoyo. (Aditya/Red)







Komentar