Sumenep, Porosbaru.com : Di tengah jutaan langkah yang bergerak menuju kesempurnaan ibadah haji, kabar duka datang dari Tanah Suci.
Abd Aziz bin Rifa’i jamaah haji asal Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, wafat usai menjalani wukuf di Arafah, salah satu puncak ibadah haji.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhan) Sumenep, Ahmad Halimy, mengatakan pihaknya menerima laporan wafatnya jamaah yang tergabung dalam Kloter SUB 79 itu pada Kamis (28/05).
Namun hingga kini, pihaknya belum mengetahui kronologi detail meninggalnya almarhum dan masih menunggu laporan resmi dari Arab Saudi.
“Informasi awal yang kami terima, almarhum wafat setelah menyelesaikan wukuf di Arafah,” ujar Halimy, Jumat (29/05) pagi.
Menurutnya, setelah prosesi wukuf, almarhum bersama jamaah lain yang masuk kategori risiko tinggi dipulangkan lebih awal ke hotel melalui program tanazul.
Skema ini diterapkan bagi jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu sehingga tidak melanjutkan mabit di Muzdalifah dan Mina.
“Mereka langsung dipulangkan ke hotel karena pertimbangan kesehatan,” katanya.
Diduga faktor usia disebut menjadi salah satu penyebab kondisi fisik jamaah rentan menurun selama menjalani rangkaian ibadah haji.
Halimy juga menuturkan almarhum termasuk jamaah lanjut usia dan selama di Tanah Suci didampingi sang istri. Jenazah dipastikan dimakamkan di Mekkah.
Sementara itu, berdasarkan laporan terbaru, tidak ada jamaah haji asal Sumenep yang sedang dirawat di rumah sakit Arab Saudi.
Kendati demikian, pemantauan kesehatan jamaah tetap dilakukan di hotel tempat mereka menginap.
“Kalau yang dirawat di rumah sakit tidak ada laporan. Tapi yang dirawat di hotel masih ada,” tegasnya.
Data Dinas Kesehatan P2KB Sumenep mencatat sekitar 800 jamaah haji asal Sumenep masuk kategori risiko tinggi.
Jumlah itu diperkirakan mencapai 60 persen dari total jamaah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, mengatakan kategori risiko tinggi mencakup jamaah lanjut usia maupun yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung.
“Kelompok ini memang memerlukan perhatian khusus karena rentan mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji,” tandasnya. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .














Komentar