Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Porosbaru
IMG 20261003 155547
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menjadi inspektur upacara peringatan hari kesaktian pancasila di halaman Pemkab Sumenep.(Foto : Porosbaru.com)

SUMENEP, Porosbaru.com : Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di sela-sela upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Bupati Sumenep, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Persatuan harus kita rawat bersama, karena menjadi kekuatan dalam membangun daerah dan bangsa,” kata Bupati Fauzi.
Ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Bupati menekankan, semangat gotong royong, toleransi, kepedulian sosial, serta sikap saling menghargai di tengah perbedaan merupakan bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Semangat gotong royong, toleransi, kepedulian sosial, serta sikap menghargai perbedaan menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa,” jelasnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat dan dinamis, Bupati menilai generasi penerus memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga sekaligus menghidupkan nilai-nilai kebangsaan.
Karena itu, kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab. Teknologi, kata dia, harus mampu menjadi sarana untuk meningkatkan wawasan, kreativitas, dan produktivitas, sekaligus ruang untuk menyebarkan pesan-pesan positif dan memperkuat semangat kebangsaan.
“Masyarakat khususnya generasi muda, menggunakan kemajuan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab dengan menjadikannya sarana meningkatkan wawasan, kreativitas, dan produktivitas, sekaligus sebagai media untuk menyebarkan nilai-nilai positif, semangat kebangsaan, serta mempererat persaudaraan di tengah keberagaman,” tandasnya.
Bupati menambahkan, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penerima perubahan. Mereka diharapkan mampu tampil sebagai pelopor dalam memperkuat persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi toleransi, menghargai keberagaman, serta mempertahankan semangat gotong royong.
Menurutnya, tantangan menjaga persatuan di era digital membutuhkan kesadaran bersama. Perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis.
“Hari Kesaktian Pancasila bisa menjadi pengingat bersama bahwa menjaga persatuan adalah tanggung jawab kita, dalam rangka membangun kekuatan demi memajukan daerah dan bangsa,” ujar Bupati.
Sementara itu, Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung di Halaman Kantor Pemkab Sumenep ini diikuti Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep juga turut hadir dalam upacara tersebut.(Rd)

Poros Baru berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang dan terpercaya dengan semangat jurnalisme profesional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang Iklan Anda di Poros Baru sekarang.

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *