Sumenep, Porosbaru.com : Laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina mengundang geliat antusiasme luar biasa di ujung timur Pulau Madura, Sumenep, Senin (20/07) dini hari.
Meski berjarak ribuan kilometer dari Metlife Stadium di New Jersey, Amerika Serikat, ribuan warga Kota Keris duduk bersilah sepanjang jalan Dr.Soetomo hingga hampir mencapai gerbang mesem Keraton Sumenep.
Mereka rela menepis rasa kantuk dan mengahalu dinginnya angin malam demi menyaksikan duel panas papan atas melalui layar lebar yang disediakan Diskominfo Pemkab Sumenep.

Spanyol Dominasi Penguasaan
Atmosfer nobar langsung bergemuruh sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit asal Slovenia, Slavko Vincic.
Di lapangan, Spanyol mengambil inisiatif serangan dan mengancam lewat Lamine Yamal pada menit keempat, meski tendangannya masih diamankan Emiliano Martinez.
Skuad asuhan Luis de la Fuente terus menerapkan pressing ketat dan menguasai 68% aliran bola hingga menit ke-15.
Di sisi lain, Argentina yang tertekan mencoba keluar lewat strategi direct ball dan sesekali melancarkan serangan balik. Namun, upaya anak asuh Lionel Scaloni tersebut masih mudah dibaca oleh lini pertahanan Spanyol.
Memasuki pertengahan babak, Argentina memperagakan pertahanan berlapis yang kokoh.
Strategi ini sukses membuat Spanyol frustrasi karena sulit menembus kotak penalti, meski unggul mutlak dalam penguasaan bola.
Spanyol juga menerapkan garis pertahanan tinggi guna mengisolasi dan mengawal ketat pergerakan Lionel Messi hingga menit ke-30.
Kebuntuan taktik ini bertahan hingga masa hydration break.
Demi memecah rapatnya barisan belakang Argentina, Mikel Oyarzabal sempat melepaskan spekulasi tendangan jarak jauh pada menit ke-38, tetapi kembali digagalkan oleh ketangguhan Emiliano Martinez.
Skor Kaca Mata hingga Turun Minum
Menjelang akhir babak pertama, Argentina masih kesulitan meredam agresivitas lini tengah Spanyol.
Sebaliknya, umpan-umpan lambung yang dilancarkan lini belakang Argentina juga gagal membuka ruang.
Hingga empat menit tambahan waktu berakhir, tidak ada gol yang tercipta dari kedua tim.
Skor imbang 0-0 menutup paruh pertama, menjaga ketegangan ribuan pasang mata yang memadati jalanan Kota Sumenep.
Hujan Kartu Kuning Albiceleste
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin keras dan menguras emosi.
Argentina yang kesulitan keluar dari tekanan lini tengah Spanyol mulai menerapkan strategi bertahan agresif demi meredam pergerakan Lamine Yamal dan Dani Olmo.
Akibatnya, wasit terpaksa mengeluarkan kartu kuning untuk Leandro Paredes di menit ke-51 dan Enzo Fernández pada menit ke-81 akibat pelanggaran taktis.
Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian strategis di menit ke-61. Luis de la Fuente menarik keluar Mikel Oyarzabal untuk memasukkan Ferran Torres.
Pergantian ini membuat serangan La Furia Roja semakin tajam dan berulang kali memaksa kiper Emiliano Martinez melakukan penyelamatan krusial di bawah mistar gawang.
Petaka Menit Akhir: Kartu Merah Enzo Fernández
Memasuki menit-menit krusial akhir babak kedua, intensitas laga memuncak. Garis pertahanan tinggi yang diterapkan Spanyol berhasil mengunci pergerakan Lionel Messi.
Ketegangan memuncak di masa injury time ketika bek Argentina, Cristian Romero, diganjar kartu kuning pada menit ke-90+1.
Hanya berselang satu menit, tepatnya di menit ke-90+2, Argentina harus menerima petaka besar.
Enzo Fernández melakukan pelanggaran keras untuk menghentikan skema serangan balik cepat Spanyol, yang membuatnya menerima kartu kuning kedua sekaligus kartu merah dari wasit.
Kehilangan satu pemain di ujung laga memaksa Argentina bertahan total untuk mengamankan area penalti mereka.
Hingga empat menit tambahan waktu babak kedua berakhir, skor imbang 0-0 tetap tidak berubah.
Peluit panjang ditiupkan, memaksa laga final yang menegangkan ini berlanjut ke babak perpanjangan waktu (extra time) dengan kondisi Argentina kalah jumlah pemain.
Gol Tunggal Torres Bawa Spanyol Juara
Kebuntuan taktik Spanyol akhirnya pecah pada menit ke-106. Memanfaatkan umpan matang Nico Williams, Ferran Torres melepaskan tendangan keras kaki kiri yang gagal dihalau Martinez, mengubah skor menjadi 1-0.
Unggul satu gol, Spanyol tetap menjaga intensitas serangan saat Argentina mulai bermain terbuka.
Demi mengejar ketertinggalan, Argentina menaikkan intensitas pressing. Lionel Messi mulai gencar membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk mencari gol penyeimbang.
Merespons hal itu, Spanyol langsung memperketat lini pertahanan guna mempersempit ruang tembak lawan.
Drama terjadi di menit ke-120 saat gempuran Argentina di dalam kotak penalti hanya membuahkan tendangan sudut.
Dua peluang beruntun yang diperoleh Argentina di masa injury time juga gagal menembus kawalan Unai Simon.
Hingga peluit panjang berbunyi, Spanyol sukses mempertahankan keunggulan 1-0 dan resmi keluar sebagai Juara Dunia 2026.

Momen bersejarah ini pun disambut gemuruh kemenangan dan wajah pasrah oleh ribuan warga yang memadati sepanjang jalanan Kota Sumenep hingga fajar menyingsing. (Red/Aditya)
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .












Komentar