Sumenep, porosbaru.com : Tren pergerakan perekonomian Sumenep menunjukan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun 2025 jika dibandingkan tahun 2024.
Dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep pada Senin (09/03) lalu, perekonomian Kabupaten Sumenep tumbuh sebesar 4,85 persen atau meningkat Rp1,32 triliun.
Pertumbuhan tercermin dari nilai PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) Sumenep sebesar Rp48,79 triliun, dan Rp28,55 triliun atas dasar harga konstan (ADHK).

Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo dalam siaran pers tertulisnya menjelaskan, perolehan tersebut menjadi yang terbesar di Madura dan berkontribusi 1,43 persen terhadap perekonomian Jawa Timur.
“Sumenep berkontribusi hingga 1,43 persen terhadap perekonomian Pemprov Jatim dan terbesar diantara tiga daerah lainnya di Madura,” paparnya, Jumat (13/02).
Menurutnya, Struktur perekonomian Sumenep dari sisi produksi masih didominasi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang bergerak sebesar 38,44 persen.
Lalu disusul sektor pertambangan dan penggalian mencapai 15,9 persen serta andil ekonomi perdagangan sekitar 12,69 persen.
“Penyumbang terbesar pertanian, kehutanan, perikanan. Semua sektor mengalami pertumbuhan positif kecuali pertambangan yang mengalami kontraksi dibandingkan tahun 2024,” ungkapnya.
Ia menerangkan pertumbuhan tercepat atau tertinggi terjadi pada sektor jasa perusahaan sebesar 10,27 persen, lalu jasa informasi komunikasi 9,10 persen dan jasa lainnya 8,67.
Selain itu, sektor industri dan pengelolaan atau manufaktur hanya tumbuh atau berkontribusi terhadap ekonomi Sumenep sebesar 8,59 persen.
“Jasa perusahaan menjadi yang tertinggi karena didorong oleh kinerja biro/agen perjalanan wisata yang semakin meningkat di tahun 2025. Untuk sektor ekonomi yang lain tumbuh positif di bawah 8 persen,” tukasnya.

Sementara itu Handoyo juga menerangkan, ekonomi Sumenep dari sisi pengeluaran masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang menjadi pertumbuhan tertinggi hingga mencapai 5,23 persen.
Lalu diikuti komponen Pembentukan Modal Bruto (PMTB) hingga 24,87 persen dan konsumsi pemerintah hanya berkontribusi 5,44 persen.
“Dari tahun ke tahun, konsumsi rumah tangga menjadi sumber utama penciptaan pertumbuhan ekonomi Sumenep, dimana tahun 2025 komponen ini menjadi yang tertinggi,” jelasnya.
Oleh karena itu, hasil indikator pengukuran PDRB per kapita warga kota keris di tahun 2025 mencapai sekitar Rp 42,09 juta per tahun.
Menurutnya, pendapatan masyarakat Sumenep tersebut meningkat hingga Rp2,87 juta atau tumbuh sekitar 7,32 persen dibandingkan tahun 2024.
“Ini merupakan peningkatan pendapatan tertinggi selama tiga tahun terakhir, dan dengan segala kekurangannya PDRB per kapita dapat dijadikan ukuran kesejahteraan suatu wilayah,” pungkasnya.
Dengan demikian pertumbuhan ekonomi Sumenep dari sisi produksi masih ditopang oleh sektor primer.

Sementara dari sisi pengeluaran masih bergantung pada konsumsi rumah tangga dengan pendapatatan riil warga sumenep tahun 2025 sekiatar Rp 42,09 juta per tahun. (Aditya/Red)
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Jangkau ribuan pembaca setiap hari. Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .













Komentar