Pasongsongan Juara AF Sport 2026, Tekuk Kota Sumenep 4-1

Aditya Apriyanto
Pasongsongan jura AF SPROT 2026
Bupati Sumenep Achmad Fauzi wongsojudo (tengah) memberikan trofi juara AF Sport 2026 kepada tim U-17 Pasongsongan. (porosbaru/dty).

Sumenep, Porosbaru.com : Kecamatan Pasongsongan keluar sebagai juara AF Sport 2026 U-17 Football Championship setelah mengalahkan Kecamatan Kota Sumenep dengan skor 4-1 pada partai final di Stadion Ahmad Yani, Kamis (29/10/2026).

Sejak peluit kickoff dibunyikan, kedua tim mengusung taktik menyerang. Bahkan, belum genap lima menit laga berjalan papan skor sudah menunjukkan angka 1-1.

Kedua tim meningkatkan permainan hingga jual beli serangan kerap tersaji sepanjang paruh pertama, memaksa kedua kubu puas dengan skor imbang di kamar ganti.

Namun, memasuki babak kedua, Pasongsongan tampil menggila tanpa beban. Serangan masif yang dibangun membuat garis pertahanan Kecamatan Kota kocar-kacir dan kehilangan kendali.

Penjaga gawang Kecamatan Kota, Rayan ,dipaksa memungut bola dari jalurnya sebanyak tiga kali di paruh kedua.

Seluruh gol tambahan tersebut diborong lewat aksi gemilang Nur Kholis, yang tampil sebagai mimpi buruk lini belakang lawan sekaligus memastikan trofi juara resmi dibawa pulang Kecamatan Pasongsongan.

Dominasi Pasongsongan di turnamen ini terasa sempurna. Selain mengangkat trofi utama, mereka turut serta memborong sejumlah penghargaan individu.

Nur Kholis dinobatkan sebagai top skor, sedangkan Rama Irgi meraih penghargaan pemain terbaik.

Sementara itu, Kecamatan Arjasa menempati posisi ketiga setelah tersingkir pada babak semifinal.

Ketua Panitia Pelaksana AF Sport U-17 Football Competition, Hasbul Bahri, bersyukur seluruh rangkaian pertandingan hingga partai final berlangsung lancar.

Ia menilai Pasongsongan layak menjadi juara setelah tampil lebih baik dalam pertandingan final.

“Memang permainan Pasongsongan lebih bagus dari Kecamatan Kota dan memang layak juara. Top skor dan juga pemain terbaiknya, jadi memang layak jadi juara seutuhnya,” ujar Hasbul. (dty/rd).

Hobi menulis catatan harian sejak duduk di bangku Menengah Pertama (MTS) mengantarkannya menekuni secara serius dunia kepenulisan di Komunitas Kutub, Yogyakarta. Namun, ia baru hijrah ke dunia jurnalalistik sejak refleksi hidupnya pada isu sosial dan dinamika daerah. Karena itu, ia aktif menulis berbagai topik, mulai dari peristiwa lokal, ekonomi, pemerintahan, hingga persoalan masyarakat. Selain menulis, ia juga gemar membaca buku, melukis realis, dan memiliki minat yang besar pada segala hal yang belum ia ketahui.

Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *