Khofifah Minta Wabup Sumenep Gelar Salat Istisqa Usai Salat Jumat

Aditya Apriyanto
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansah, di Pantai Salopeng Sumenep
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansah, menghadiri kegiatan Bakti Sosial (Bakso) Masal dalam rangka HUT Jatim ke-81 di Pantai Slopeng, Sumenep, Rabu (14/10/2026). (porosbaru.com/aditya).

Sumenep, Porosbaru.com : Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah meminta Wabub Sumenep KH. Imam Hasyim menggelar solat istisqa usai solat jumat sebagai ikhtiar menghadapi kekeringan dan krisis air bersih.

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat kunjungannya ke Pantai Slopeng, Sumenep, dalam rangka Bakti Sosial (Baksos) masal HUT Jatim ke-18 pada Rabu (14/10/2026) pagi.

“Jadi nanti juga Pak Wabup setiap Jumat ini saya minta tolong setelah salat Jumat dilanjutkan dengan salat istisqa, memohon hujan yang menjadi rahmat dan manfaat,” pinta Khofifah kepada Imam di sampingnya.

Menurutnya, saat ini di Jatim terdapat 25 kabupaten/kota yang masuk kategori krisis air dan telah mengeluarkan surat keputusan tanggap darurat.

Khofifah menyebut upaya mengatasi kekeringan di Jatim telah dilakukan oleh Pemprov Jatim, diantaranya melalui Operasi Modifikasi Cuaca, distribusi air bersih, hingga ikhtiar spiritual dengan melaksanakan salat istisqa.

Ia menyebut Operasi Modifikasi Cuaca telah dilakukan sejak 6 September 2026 oleh Pemprov Jatim bersama BMKG.

Langkah tersebut dijalankan dengan mengikuti informasi dari BMKG mengenai potensi awan yang dapat dimodifikasi untuk memicu hujan.

Menurutnya, upaya tersebut telah menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya memenuhi kebutuhan air masyarakat dengan mencari sumber air besar terdekat dari daerah yang terdampak.

“Kita juga mencoba mengakses sumur-sumur air terdekat. Mana titik strategis yang airnya bisa ditarik, untuk sumur mana yang memungkinkan dilakukan sumur bor,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jatim juga akan menyalurkan air bersih ke daerah terdampak guna memenuhi kebutuhan air bersih sebagai tindakan sementara.

Khofifah menyebut penanganan krisis air membutuhkan sinergi berbagai pihak agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Ia berharap dengan dengan pelnagai ikhtiar tersebut hujan segera turun sehingga dapat mengurangi dampak kekeringan yang dialami masyarakat di Jawa Timur.

“Harapan kita Allah menurunkan segera hujan yang memberi rahmat dan kebaikan,” tandasnya.

Sementara itu, Wabub Sumenep KH. Imam Hasyim menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, Sumenep menjadi satu-satunya daerah di Madura yang mendapat kepercayaan menerima berbagai bantuan dalam kunjungan Khofifah kali ini.

Imam berharap berbagai bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Sumenep, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar serta mendukung sektor pertanian, perikanan, kesehatan, dan perekonomian warga.

“Alhamdulillah, Ibu Gubernur membawa oleh-oleh cukup banyak, tidak hanya satu dua, tetapi puluhan bantuan dari provinsi ke Kabupaten Sumenep,” ungkap Imam saat mendampingi Khofifah di lokasi, Rabu (14/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah mengagendakan sejumlah penyaluran bantuan bagi Pemkab Sumenep dan masyarakat setempat.

Bantuan tersebut berupa bantuan pendidikan, kesehatan, pertanian, nelayan hingga penyaluran air bersih.

Penyaluran air bersih akan dipusatkan di Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih sebelum akhirnya ia bertolak ke Balai Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih guna meninjau pasar murah. (dty/rd).

Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *