SUMENEP, Porosbaru.com : Turnamen sepak bola antar sekolah dasar (SD) se-Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dijadwalkan mulai bergulir pada 1 Oktober 2026. Berbagai persiapan terus dilakukan panitia untuk memastikan ajang tersebut berjalan lancar sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Sumenep dalam menggairahkan olahraga sepak bola sejak usia dini.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, turnamen tersebut secara khusus diperuntukkan bagi siswa berusia di bawah 13 tahun. Menurutnya, pembinaan sepak bola harus dilakukan secara berjenjang dan disesuaikan dengan kelompok usia pemain.
“Kita punya turnamen antar SD ini, tentu peruntukannya bagi siswa usia di bawah 13 tahun. Setelahnya, kita juga punya turnamen lain untuk kelompok usia di atasnya. Artinya, kita memang sedang fokus betul dalam pembinaan dunia olahraga bola di semua usia,” terang Bupati Fauzi, Senin (28/9/2026).

Ia berharap rangkaian kegiatan sepak bola yang berlangsung pada Oktober mendatang dapat menjadi momentum untuk kembali menghidupkan atmosfer sepak bola di Kabupaten Sumenep. Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, turnamen tersebut juga diharapkan mampu menjadi ruang untuk melihat dan memetakan potensi pemain muda daerah.
“Semua insan bola, guru olahraga setiap jenjang sekolah, pemilik klub, pengurus KONI dan Askab PSSI akan duduk bareng di Stadion Ahmad Yani untuk melihat performa dan talenta pemain kita. Semua harus jadi bahan evaluasi untuk ke depannya,” imbuhnya.
Fauzi menambahkan, rangkaian turnamen yang digelar sepanjang Oktober, termasuk kompetisi antar SD dan kategori U-17, merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memantau sekaligus menilai potensi pesepak bola putra daerah.

Dari berbagai kelompok usia tersebut, diharapkan muncul bibit-bibit pemain yang dapat terus dibina ke jenjang berikutnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Antar SD, Dedy Apri Wibowo, memastikan seluruh persiapan pelaksanaan turnamen telah rampung. Kondisi lapangan maupun kesiapan peserta disebut telah mencapai 100 persen.
“Alhamdulillah kondisi lapangan siap, dan 23 tim juga siap berlaga. Kami dari Forum Komunikasi Guru PJOK SD siap menyemarakkan turnamen ini. Nanti skemanya akan kita gelar selama tiga hari, mulai dari penyisihan grup, semifinal hingga final,” jelas Dedy.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Mohammad Iksan berharap turnamen tersebut dapat menjadi momentum untuk kembali membangkitkan gairah sepak bola di daerah.
Menurutnya, keberadaan pemain-pemain muda memiliki peran penting dalam keberlanjutan sepak bola Sumenep, termasuk bagi klub-klub yang nantinya berkembang di tingkat profesional.
“Sebuah tim sepak bola di Sumenep atau klub profesional akan banyak dipengaruhi oleh pemain-pemain muda. Artinya, turnamen ini memiliki sumbangsih untuk masa depan sepak bola Sumenep,” ujarnya.(Rd)



Tidak ada Respon