Sumenep, Porosbaru.com : Lahan pembangunan Sekolah Rakyat Sumenep resmi ditetapkan di lahan yang sebelumnya akan dibangun Sport Center, tepat di seberang Universitas Wiraraja, Desa Gunggung, Kecamtan Batuan. Pembangunan sekolah tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada Desember 2026.
Kepala Dinsos P3A Sumenep, Abd. Rahman Riadi, menyebut pemilihan lahan baru yang memiliki luas 7,1 hektare tersebut dinilai lebih siap dibandingkan lahan yang sebelumnya disiapkan di Desa Patean, Kecamatan Batuan.
“Dua-duanya lahan Pemkab, Yang di Sport Center itu sekitar 7,1 hektare. Itu sudah kita usulkan karena lokasinya memang lebih siap, dan sudah ditetapkan akan dibangun di situ,” ungkap Rahman kepada Porosbaru.com, Selasa (15/09) di ruangannya.
Sebelumnya, Pemkab Sumenep menyiapkan lahan sekitar 9,8 hektare di Desa Patean untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Namun, rencana tersebut terkendala akses jalan dan proses pengadaan lahan.
Menurut Rahman, akses menuju lokasi lama hanya memiliki lebar sekitar 2,5 meter. Sementara pemerintah pusat meminta akses selebar 6 meter untuk menunjang mobilisasi alat berat.
Sebagai konsekuensinya, lahan di Desa Patean yang sebelumnya disiapkan untuk Sekolah Rakyat akan digunakan untuk pembangunan Sport Center sebagai pengganti lokasi yang kini dipilih untuk Sekolah Rakyat.
“Kalau alat berat itu minimal jalannya sekitar enam meter. Daripada membebaskan lahan masyarakat yang pasti lama, maka saya menghadap ke Bupati bersama Pak Eri (Kadis PUTR) untuk mengusulkan di bekas Sport Center itu,” Papar Rahman.
Selain akses jalan, letak lahan baru tersebut berdekatan dengan jalan nasional menjadi pertimbangan Pemkab Sumenep.
Rahman menuturkan posisi tersebut juga menjadi salah satu keunggulan karena bangunan Sekolah Rakyat nantinya dapat terlihat dari jalur nasional.
“Ini kan dekat jalan nasional. Jadi kalau ada sekolah, dari jalan nasional itu kelihatan. Makanya ini termasuk lokasi yang premium,” ujarnya.
Adapun untuk anggaran pembangunan Sekolah Rakyat, kebutuhan anggaran diperkirakan sekitar Rp250 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Rahman mengatakan tahapan pembangunan masih menunggu proses pengadaan. Jika berjalan sesuai rencana, lelang ditargetkan berlangsung November dan pembangunan dimulai Desember 2026.
“Kalau tidak ada kendala, November itu lelang. Desember sudah mulai pembangunan. Yang pasti kontraktornya kemungkinan dari BUMN, ya kontraktor besarlah,” katanya.
Dari sisi desain, Rahman memperkirakan bangunan Sekolah Rakyat permanen memiliki tiga hingga empat lantai.
Dalam kunjungan Kementerian Sosial pada Sabtu (08/08), Pemkab Sumenep juga mengusulkan agar desain bangunan mengadopsi langgam Sumenep untuk mempertahankan karakter lokal.
“Kita juga mengusulkan supaya ada langgam Sumenep. Jangan sampai bangunan itu tidak punya karakter Sumenep, ya, persis seperti langgam Kantor DPRD Sumenep,” ungkap Rahman.
Selain desain, pemerintah daerah memberikan masukan mengenai penataan fasilitas sekolah, termasuk hubungan antara asrama siswa dan guru.
Rahman mengatakan posisi asrama perlu diperhatikan agar tidak terlalu berjauhan sehingga mendukung pengawasan dan aktivitas pendidikan.
“Jangan sampai asrama anak dengan gurunya terlalu jauh. Itu juga kita masukkan sebagai masukan,” pungkasnya. (Aditya/Red).



Tidak ada Respon