Sumenep, Porosbaru.com : Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meminta masyarakat menyesuaikan aktivitas dan mengurangi perjalanan yang tidak terlalu penting hingga pasokan BBM di Sumenep kembali normal.
Himbauan itu Fauzi sampaikan di tengah antrean yang mengular panjang dan kelangkaan pasokan BBM di sejumlah SPBU Kota Keris sejak beberapa hari terakahir.
“Saya rasa masyarakat harus menyesuaikan. Walaupun misalnya hari ini ada antrean di beberapa tempat, berarti ada beberapa keterlambatan berkaitan dengan pengiriman,” ujar Fauzi kepada porosbaru usai melantik empat pejabat di rumah dinas nya, Selasa (23/06) malam.
Menurut orang nomor wahid di Sumenep itu, jika tidak ada keperluan mendesak, masyarakat sebaiknya menunda aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu guna mengurangi kepadatan di SPBU.
Fauzi menilai persoalan distribusi yang terjadi saat ini bukan hanya dihadapi daerah Sumenep, melainkan dirasakan secara nasional, bahkan internasional.
“Kita tahu bersama, hari ini situasi bukan hanya di Indonesia. Problem-problem hari ini, siapa pun pemimpinnya pasti mencari solusi agar tidak terjadi sesuatu yang belum pernah terjadi,” tegas Fauzi.
Meski demikian, ia optimistis kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan berharap keterlambatan distribusi BBM dapat segera teratasi dalam beberapa hari ke depan.
“Mari kita doakan bersama. Mungkin saja sehari atau dua hari ini ada keterlambatan dalam pengiriman bahan bakar. Mudah-mudahan ke depan lebih baik,” tandasnya.
Sebagaimana diberitakan Porosbaru sebelumnya, kelangkaan BBM bersubsidi mengakibatkan antrean yang penggular panjang hingga memakan sebagian bahu jalan di beberapa SPBU, khususnya Kecamatan Manding.
Apri (24) warga setempat yang juga salah satu pengendara roda dua rela mengantre sejak sore setelah mendapatkan kabar bahwa BBM jenis pertalite kembali tersedia di SPBU Manding.
“Saya dari tadi sudah mengantre. Saya dapat kabar pertalite baru tersedia sore ini, makanya saya kemari, juga ikut mengantre,” jelas Apri di lokasi, Senin (22/06)
Menurutnya, masyarakat Manding dan wilayah sekitarnya telah merasakan sulitnya mendapatkan Pertalite sejak tiga hari terakhir. Kondisi tersebut membuat banyak warga dan dirinya terpaksa membeli BBM eceran untuk memenuhi kebutuhan harian.
“Tiga hari beli eceran. Pertamax ‘kan sekarang harganya sudah naik,” imbunya singkat.
Terpisah, Supervisor SPBU Manding, Prassetyo, menjelaskan membludaknya antrean dipicu karena tidak adanya pengiriman BBM pada hari Minggu sebelumnya.
Selain itu, momentum kepulangan jamaah haji juga turut disebut meningkatkan jumlah kendaraan yang datang ke SPBU guna mendapatkan BBM bersubsidi.
“Kalau masalah antrean, sebenarnya hampir semua SPBU sama. Kemarin tidak ada kiriman karena hari Minggu, sementara konsumen banyak yang ingin mengisi kendaraan mereka karena khawatir kehabisan BBM, ditambah kepulangan jamaah haji,” jelas Pras saat dihubungi.
Prass tidak menepis antrean panjang juga dipicu akibat konsumen pertamax banyak beralih menggunakan pertalite setelah kabar kenaikan harga BBM nonsubsidi diumumkan.
Ia memperkirakan konsumsi pertalite di SPBU Manding meningkat drastis hingga 60 persen dibandingkan sebelum kenaikan yang hanya 40 persen.

“Kalau membludaknya antrean karena konsumen yang sebelumnya menggunakan pertamax beralih ke pertalite. Setelah harga pertamax naik, pengguna pertalite bertambah cukup banyak, sementara penjualan pertamax menurun,” terangnya.
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .














Komentar