Sumenep, Porosbaru.com : Tumpukan sampah menggunung di area Pasar Anom Sumenep menuai keluhan dari para pedagang dan pengunjung pasar.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas jual beli serta menimbulkan bau tidak sedap di sekitar lokasi, terlebih berdekatan dengan lapak pedagang daging ayam.
Pantauan lapangan, sampah rumah tangga dan sisa sayur-mayur tampak meluber dari bak penampungan hingga ke badan jalan.
Lokasi yang berdekatan dengan kamar mandi umum membuat genangan air bercampur limbah terlihat mengalir di sekitar lokasi, menciptakan kesan kumuh di salah satu pusat ekonomi terbesar di Kabupaten Sumenep itu.
Salah satu pedagang di sekitar lokasi mengaku kondisi tersebut telah berlangsung sejak sebelum bulan Ramadan hingga hari ini, Selasa (31/03) siang.
Hal senada juga disampaikan mawar (nama samaran) pengunjung pasar. Ia mengaku risih saat membeli daging ayam yang berdekatan dengan tumpukan sampah.
“Baunya sangat menyengat, apalagi ketika musim hujan airnya kan sampek ke jalan. Jujur sangat mengganggu bagi kami saat membeli,” ujarnya, Selasa (31/03).
Terpisah, Kepala Pasar Anom, Ibnu Hajar, mengakui kondisi tersebut serta menyebut mobil pengangkut sampah yang mengalami kerusakan menjadi faktor penyebab sampah menumpuk.
“Mobilnya rusak, insya Allah malam ini akan diangkut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (31/03) petang.
Menanggapi keluhan masyarakat, Ibnu Hajar menyampaikan permohonan maaf dan berjanji meningkatkan penanganan sampah di area pasar akan lebih ditingkatkan.
“Mohon maaf, kami terus berupaya menjaga kenyamanan. Insya Allah ke depan kami akan lebih konsisten,” tambahnya.
Sebagai informasi, sebelum berita ini ditayangkan pihak pasar melalui Ibnu Hajar telah bergerak cepat menangani kondisi tersebut. Hingga maghrib tiba, terpantau pihaknya berupaya membersihkan dan mensterilkan lokasi.
Sementara itu, porosbaru juga meminta keterangan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf melalui pesan WhatsAap, namun hingga berita ini ditayangkan pihaknya belum memberikan keterangan. ( Aditya/Red)













Komentar