Sumenep, Porosbaru.com : Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep merilis laporan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Sumenep 2025 pada Senin, (05/01) lalu.
Berdasarkan laporan tersebut, inflasi Sumenep sepanjang tahun 2025 (y-to-d) mencatat angka tertinggi, yakni 3,75% dibanding rata-rata inflasi daerah lainnya di Jawa Timur sebesar 2,44%, dengan IHK mencapai 113,82.
Pergerakan inflasi tersebut, terus menunjukan tren meningkat sejak Januari sebesar 1,06% dan meningkatkan drastis 3,47%, di bulan Oktober, lalu puncaknya di akhir tahun sebesar 3,75%, dengan pergeraksn bulanan (m-to-m) 0,78%.
Kenaikan harga didorong oleh kelompok Penyedia Makanan dan Minuman Restoran yang menyumbang inflasi sebesar 2,04%, lalu disusul Makanan, Minuman dan tembakau sebesar 1,21%, serta kelompok lainnya yang relatif kecil menyumbang inflasi.
Inflasi tersebut jika bandingkan dengan tahun sebelumnya (y-on-y) 1,9 sangat melonjak dratastis dan berimplikasi turunnya saya beli masyarakat Sumenep.
Hingga berita ditayangkan tidak ada penyampaian resmi dari Tim Pengendali Inflasi (TPID) Kepala Bagian Perekonomian Sumenep.
Media telah meminta keterangan kepada Kapala Bagian (Kabag) Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, tetapi belum ada keterangan resmi. (Aditya)







Komentar