Cairan Diduga Minyak Mentah Kelapa Sawit Tumpah Ke laut Gili Iyang

Aditya Apriyanto
Cairan berwarna kekuning-kuningan di pesisir Pantai Pulau Gili Iyang Sumenep diduga tumpahan dari kapal yang terseret ombak. (Foto : Aditya)

Sumenep, Porosbaru.com : Diduga akibat cuaca buruk, puluhan ton minyak mentah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) tumpah di pesisir pantai Legun, Banraas, Dungkek, Sumenep pada Kamis, (22/01).

Peristiwa tersebut diketahui setelah rekaman video tumpahan minyak berwarna kuning yang menutupi pesisir pantai menjadi viral di media sosial dan grup WhatsApp warga sekitar.

Kepala Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) IV Kalianget, Azwar Anas, melalui Pengawas Pelayaran, Antonio mengkonfirmasi peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan, kapal tongkang bernama INDO OCEAN MARINE X dengan Anak Buah Kapal (ABK) berjumlah lima orang.

Namun untuk sementara waktu, pihaknya belum memastikan kronologi dan tujuan kapal sebab terkendala cuaca buruk untuk menuju ke Gili Iyang, dan pihaknya masih di luar kota.

“Selebihnya masih nunggu update info karena personel belum bisa ke Gili Iyang karena cuaca buruk” ujarnya, Kamis (22/01).

Selain itu, Aji Ainur Rofiqi, warga desa Bancamaran, mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut di pagi hari setalah viral di grup dan story WahsApp warga Gili Iyang.

Menurut informasi yang Aji dengar dari warga sekitar, peristiwa kebocoran minyak itu terjadi di malam Rabu (21/01) sekitar pukul 20.50 ketika tali jangkar kapal tongkang putus, dan kapal kandas di sekitar pantai Legun.

“Kapal kandas, minyak tumpah ke laut, tapi cuma di pesisir Legun, tidak menyebar ke Bancamaran,” ungkapnya.

Meski peristiwa di malam Rabu, tambah Aji, ABK baru bisa dievakuasi keesokan harinya, berkat pertolongan warga dan aparat. Menurutnya, kondisi lima ABK semuanya selamat dan untuk sementara waktu masih mengungsi di rumah warga.

Akibat kejadian tersebut, diketahui air tampak keruh berwarna kuning dan licin, memicu indikasi terhadap dampak pencemaran lingkungan dan terganggunya aktivitas nelayan.

Porosbaru sudah mencoba menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Anwar Syahroni untuk memberikan keterangan. Namun, hingga berita ini ditayangkan, DLH Sumenep belum memberikan keterangan resmi dampak lingkungan kejadian tersebut.(Aditya/Rd)

Poros Baru berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang dan terpercaya dengan semangat jurnalisme profesional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang Iklan Anda di Poros Baru sekarang.

TERKAIT

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *