Sumenep, Porosbaru.com : Rencana pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Sumenep mengalami perubahan lokasi.
Pemkab Sumenep kini mengusulkan lahan di depan Universitas Wiraraja (Unija) sebagai lokasi baru pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49, menggantikan rencana awal yang berada di kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Kepala SRT 49 Kabupaten Sumenep, Norani Yanuar Subandi, mengatakan perubahan lokasi dilakukan karena lahan yang sebelumnya direncanakan memiliki kendala akses bagi alat berat yang akan digunakan selama proses pembangunan.
“Lokasi yang direncanakan sebelumnya mengalami kendala akses masuk bagi alat berat. Karena itu, pemerintah daerah menawarkan solusi dengan menggunakan lahan di depan Universitas Wiraraja sebagai lokasi pembangunan,” ujar Norani, Jumat (31/7/2026).
Norani menjelaskan, pihaknya bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep saat ini tengah mengajukan usulan penggunaan lahan tersebut kepada pihak terkait.
Ia berharap proses persetujuan dapat segera rampung sehingga pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Sumenep tidak mengalami penundaan.
“Kami berharap pengajuan lahan ini segera disetujui agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana,” katanya.
Gedung permanen SRT 49 Sumenep ditargetkan masuk dalam tahap ketiga pembangunan nasional dan mulai dikerjakan pada Oktober 2026.
Sembari menunggu pembangunan gedung permanen, kegiatan belajar mengajar siswa SRT 49 masih dilaksanakan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sampang.
Dari total 53 siswa jenjang SMP dan SMA yang telah diterima, sebanyak 47 siswa telah diberangkatkan ke Sampang. Mereka terdiri atas 30 siswa jenjang SMP dan 17 siswa jenjang SMA.
Sementara itu, enam siswa yang berasal dari wilayah kepulauan belum dapat bergabung karena masih terkendala akses transportasi menuju daratan.
Selain memastikan proses pembelajaran tetap berjalan, pihak sekolah juga masih membuka penjaringan peserta didik baru untuk jenjang SMA guna memenuhi kuota yang tersedia.
“Kami masih terus melakukan penjaringan calon siswa jenjang SMA agar kuota yang tersedia dapat terpenuhi,” tutur Norani.
Perubahan lokasi pembangunan diharapkan dapat mempercepat realisasi gedung permanen sehingga seluruh aktivitas belajar mengajar Sekolah Rakyat Sumenep nantinya dapat dipusatkan di Kabupaten Sumenep. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .













Komentar