Sumenep, porosbaru.com : Suara dentuman keras bak guntur tiba-tiba mengguncang Desa Bantelan, Batuputih, Sumenep pada Kamis (05/03) sekitar pukul 07:00 WIB.
Warga yang tengah mememulai aktivitas di pagi hari berhamburan ke luar rumah mencari sumber suara yang menggelagar itu.
Indikasi awal, ledakan berasal dari mercon atau bahan peledak rakitan yang hampir meratakan rumah milik Pusadin (45), seorang petani setempat.

“Saya lagi nyapu depan rumah, Tiba-tiba bunyi Duaarr. Kami lansung keluar rumah,” ungkap Harimah (32), warga setempat.
Selain rumah Pusadin, dua orang warga setempat, yakni Ainul Yakin (37) mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh dan luka robek di kepala. Sedangkan Imroatus Shalihah (30) menderita luka ringan.
Keduanya sempat mendapatkan pertolongan pertama oleh warga sebelum kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk perawatan lebih lanjut.
Tim Inafasi Polres Sumenep telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti bahan yang terindikasi mercon. Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan.
Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto mengingatkan masyarakat akan bahaya bahan peledak rakitan, terutama jika meyimpan maupun merakit sendiri tanpa standar keselamatan.
“Ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar tidak membuat, menyimpan, maupun menggunakan bahan peledak rakitan karena dapat mengancam keselamatan jiwa,” tegasnya.
Peristiwa tersebut menambah daftar panjang ancaman akibat mercon yang terjadi menjelang hari raya idul fitri setiap tahunnya. (Aditya/Red).
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Jangkau ribuan pembaca setiap hari. Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .








Komentar