Sumenep, Porosbaru.com : Pemkab Sumenep mulai mengkaji penetapan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) khusus untuk varietas Prancak 95. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan perlindungan harga sekaligus menjaga keberlangsungan budidaya salah satu varietas tembakau unggulan khas Sumenep.
Kajian itu dilakukan setelah Pemkab Sumenep menetapkan TIHT Tahun 2026 untuk tiga jenis tembakau, yakni tembakau gunung, tegal, dan sawah. Berbeda dengan ketiga jenis tersebut, Prancak 95 dinilai memiliki karakteristik dan kualitas yang memerlukan mekanisme penetapan harga tersendiri.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan pemerintah daerah saat ini masih membahas formula penetapan harga bagi Prancak 95 bersama para pemangku kepentingan.
“Tembakau Prancak 95 ini punya karakteristik dan kualitas yang berbeda, sehingga memang perlu ada perlakuan khusus dalam penetapan harganya. Ini yang sedang kami kaji bersama para pemangku kepentingan,” kata Fauzi usai menghadiri Rapat Koordinasi di Ruang Rapat Arya Wiraraja, Kamis (30/07).
Menurutnya, penetapan harga khusus tersebut bertujuan memberikan kepastian bagi petani agar tetap terdorong membudidayakan varietas Prancak 95 yang selama ini dikenal memiliki kualitas unggul.
Fauzi menjelaskan, proses kajian akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari akademisi, kelompok tani, hingga pihak pabrikan. Mekanisme itu dilakukan agar keputusan yang diambil mempertimbangkan kondisi riil di lapangan sekaligus mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
“Pembahasannya akan melibatkan akademisi, kelompok tani, hingga pabrikan sebagaimana penetapan TIHT untuk tembakau gunung, tegal, dan sawah yang telah disepakati sebelumnya,” ujarnya.
Selain membahas harga, Bupati Fauzi juga mengimbau petani tembakau di Kabupaten Sumenep untuk tetap fokus menjalankan budidaya, termasuk bagi petani yang menanam varietas Prancak 95.
Ia menilai kondisi cuaca pada musim tanam tahun ini cukup mendukung sehingga diharapkan mampu menghasilkan panen dengan kualitas yang baik.
“Kondisi cuaca saat ini cukup mendukung, sehingga saya optimistis musim tanam tahun ini bisa berjalan baik. Petani tetap fokus saja menjalankan aktivitas budidaya,” tandasnya.
Pemkab Sumenep berharap kajian harga khusus Prancak 95 dapat segera rampung sehingga memberikan kepastian bagi petani dan menjaga keberlanjutan pengembangan varietas tembakau unggulan daerah tersebut.
Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .















Komentar