Sumenep, Porosbaru.com: Dua tim yang terlibat dalam kericuhan turnamen sepak bola antarkecamatan AF Sport 2026 terancam tidak diundang pada penyelenggaraan tahun depan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Hasbul Bahri selaku Panitia Pelaksana. Namun, ia mengatakan, panitia masih mempertimbangkan langkah terbaik sebelum menjatuhkan hukuman larangan bertanding.
“Untuk tahun depan, apakah akan diundang kembali atau tidak, masih kami pertimbangkan,” ujar Hasbul saat jumpa pers, Kamis (22/10/2026) di Kantor Koni Sumenep.
Sebelumnya, terjadi kericuhan dalam pertandingan antara Kecamatan Ambunten dan Kecamatan Masalembu di Stadion Ahmad Yani Sumenep, Selasa (20/10/2026).
Insiden tersebut melibatkan pemain dan sejumlah pihak yang masuk ke lapangan hingga akhirnya kedua tim dijatuhi sanksi diskualifikasi oleh Komdis Askab PSSI Sumenep, dan kejuaraan sempat dihentikan.
Menurut Hasbul opsi tersebut dipertimbangkan sebagai upaya memberikan efek jera sekaligus menjaga ketertiban kompetisi pada penyelenggaraan berikutnya.
Meski demikian, kedua tim masih berpeluang dipertimbangkan kembali apabila bersedia membuat komitmen dengan panitia untuk menjaga ketertiban dan tidak mengulangi kericuhan.
“Namun, kalau tahun depan mereka berkomitmen dengan panitia untuk tidak membuat keributan, masih bisa kami pertimbangkan untuk diundang kembali,” kata Hasbul Bahri.
Semantara ia turut menjelaskan alasan Komite menghentikan kejuaraan tersebut adalah untuk meredakan gejolak antara kedua tim dan juga untuk mengevaluasi implementasi AF Sport 2026.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan pertandingan dapat kembali digelar dengan kondisi yang lebih aman dan maksimal.
“Intinya kami sudah siap untuk menggelar, dan nantinya sesuai dengan arahan-arahan yang sudah diberikan pihak kepolisian,” jelas Hasbul.

Ia menegaskan, panitia tidak mengubah format maupun bagan turnamen yang telah ditetapkan. Penyesuaian hanya dilakukan terhadap jadwal pertandingan yang sebelumnya tertunda.
Guna mencegah insiden terulang, Hasbul menyebut panitia akan menerapkan pembatasan suporter hingga laga final hanya lima perwakilan dari setiap tim yang diperbolehkan masuk sebagai suporter VIP.
“Jadi saya tegaskan tidak ada suporter, dan saya upayakan sesuai dengan arahan beliau (kepolisian), pertandingan disiarkan secara langsung,” ujarnya.
Menurutnya penonton dapat menyaksikan laga selanjutnya melalui kanal YouTube RRI Sumenep yang panitia gandeng guna menyiarkan secara live.
Bahkan Bupati Sumenep bersama jajaran pemerintah daerah direncanakan menyaksikan partai final dari rumah dinas, bukan langsung di stadion.
“Pertandingan tetap digelar tanpa suporter, tetapi disiarkan secara langsung melalui YouTube. Untuk partai final, Pak Bupati bersama jajaran pemerintah daerah juga akan menyaksikan dari rumah dinas, bukan langsung di stadion,” tutur Habul.
Hasbul menambahkan, panitia juga mengganti seluruh perangkat pertandingan seperti wasit hingga partai final.

Menurutnya langkah tersebut dilakukan setelah panitia berkoordinasi dengan PSSI Jawa Timur dan PSSI Pamekasan.
“Jadi, tiga perangkat pertandingan sampai final nanti semuanya kami ganti dan bukan orang Sumenep,” imbuh Hasbul. (dty/rd).







Tidak ada Respon