Ibu Muda Penjaga Warung Madura Asal Sumenep Ditemukan Gantung Diri di Surabaya

Aditya Apriyanto
Polrestabes Surabaya bersama Satpol PP dan BPBD tengah mengevakuasi korban dari warung Madura.
Polrestabes Surabaya bersama Satpol PP dan BPBD tengah mengevakuasi korban dari warung Madura. (porosbaru.com/aditya)

Berita ini memuat informasi tentang dugaan bunuh diri dan dapat mengganggu sebagian pembaca. Informasi ini disajikan untuk kepentingan informasi dan tidak bermaksud meromantisasi bunuh diri.

Surabaya, Porosbaru.com : Penjaga warung Madura berinisial Y (25) asal Sumenep , Madura, ditemukan tewas gantung diri di tempat usahanya Jalan Siwalankerto no 262, Surabaya, pada Kamis (10/11/2026) dini hari.

Yasin, pedagang sate yang berjualan di sekitar lokasi , mengatakan korban pertama kali ditemukan suaminya, R (29). Warga sekitar kemudian berdatangan setelah mendengar teriakan meminta pertolongan dari suami korban sekitar pukul 07.25 WIB.

“Suaminya keluar meminta bantuan, saya langsung lari ke dalam toko sama warga. Posisinya korban dalam posisi berdiri dengan tali tampar, jadi kami bantu memegangi tubuhnya dan melepaskan jeratan tali tampar,” ujar Yasin dikutip memorandum.disway.id , Jumat (11/09).

Menurutnya, saat ditemukannya korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi kaki membengkak dan leher memerah akibat tali tampar kecil berwarna biru.

“Kondisi kakinya sudah membengkak dan warnanya biru kehitaman. Di leher ada bekas jeratan memerah akibat tali tampar kecil warna biru. Mulutnya nahan dan dari hidung keluar cairan,” papar Yasin.

Ia juga menuturkan, Pasutri dua anak itu baru sekitar 5 bulan menjaga warung tersebut. Di mata warga, korban dikenal pendiam dan jarang keluar dari warung.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, Yasin juga menyebut sehari sebelum peristiwa tragis itu warga sekitar sempat melihat keduanya terlibat cekcok, sehingga membuat keduanya memilih untuk tidak tidur bersama.

“Kata warga sebelum kejadian, malamnya pasangan ini berdiskusi, tapi tidak tau bertengkar karena apa,” tuturnya.

Sementara itu, Pamapta Polrestabes Surabaya , Zulfikar, membenarkan adanya perselisihan antara korban dan suami sebelum kejadian.

Menurutnya, perselisihan tersebut berkaitan dengan persoalan penataan botol minuman di dalam warung. Setelah cekcok, suami korban memilih tidur di kamar, sedangkan korban tetap berada di bagian depan warung.

“Awalnya korban semalam ini bertengkar penyelesaian botol minuman, sehingga terjadi cekcok. Kemudian si suami tidur di kamar, sedangkan si istri berada di depan dan tidak masuk ke kamar,” kata Zulfikar, Kamis (10/09).

Pasca peristiwa, jenazah korban kemudian dievakuasi petugas Inafis ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara suami korban dibawa ke Polsek Wonocolo untuk dimintai keterangan.

Polisi menduga korban meninggal sekitar pukul 03.00 WIB. Dari pemeriksaan awal, ditemukan tanda pada bagian leher yang mengarah pada dugaan bunuh diri.

Zulfikar juga menjelaskan polisi tidak menemukan tanda kekerasan fisik lain pada tubuh korban dalam pemeriksaan awal.

“Untuk jenazah tadi sudah kaku mayat. Ditemukan bekas lilitan akibat percobaan bunuh diri di leher ke atas, bekasnya sudah memerah. Untuk indikasi kekerasan tidak ada, hanya bekas lilitan di leher ke atas,” tandasya. (Aditya/Merah).

Poros Baru berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang dan terpercaya dengan semangat jurnalisme profesional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang Iklan Anda di Poros Baru sekarang.

TERKAIT

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *