Kemerdekaan RI : Komunitas Literasi Sumenep Rayakan dengan Membaca

Sumenep, Porosbaru.com : Sejumlah komunitas yang bergerak di bidang literasi, sastra, dan budaya di Kabupaten Sumenep memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar kegiatan membaca bersama di Taman Adipura, Minggu (23/8).

Kegiatan bertajuk 81 Tahun Membaca tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi para penggerak komunitas untuk merayakan kemerdekaan melalui semangat membaca, sekaligus memperkuat jejaring dan kebersamaan antarpegiat literasi.

Acara berlangsung dengan sejumlah kegiatan, mulai dari berbagi hasil bacaan lintas genre, mimbar ekspresi, bazar buku, hingga permainan interaktif. Para peserta juga berkesempatan mendapatkan buku melalui pembagian hadiah dan giveaway.

Co-Founder Parjuga Society, Kiko Anwar, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dirancang sebagai peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai komunitas yang selama ini bergerak di bidang literasi dan kebudayaan.

“Kita ingin saling mengenal satu sama lain. Karenanya, selain diisi dengan sharing hasil bacaan lintas genre, mimbar ekspresi dan bazar buku, kami adakan mini game juga,” kata Kiko.

Ia juga mengapresiasi para donatur yang mendukung kegiatan tersebut dengan menyumbangkan delapan buku untuk dijadikan hadiah.

Menurut Kiko, enam buku telah diserahkan kepada peserta terpilih dalam kegiatan tersebut. Sementara dua buku lainnya akan dibagikan melalui program giveaway di Instagram.

Zakiyatul W. Taulina dari Sumenep Book Party menilai kolaborasi antarkomunitas tersebut berlangsung hangat.

Ia berharap kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan itu dapat terus berlanjut melalui berbagai gerakan bersama.

“Kolaborasi ini adalah langkah visioner untuk membangun kebersamaan dan daya juang untuk menciptakan lingkungan baca yang inklusif dan menyenangkan. Semoga ada keberlanjutan dan keterbukaan untuk terus berjejaring dan menciptakan dampak dari tiap aksi bersama ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Universitas Wiraraja, Mohammad Luthfi, mengatakan kegiatan membaca memiliki makna yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, membaca tidak hanya menjadi aktivitas pribadi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kebebasan berpikir, memperluas wawasan, serta memahami perjalanan dan perjuangan bangsa melalui berbagai sumber pengetahuan.

“Harapan saya ke depan aktivitas seperti ini semoga bisa dimasifkan di kalangan anak muda, dan mendapatkan atensi lebih dari pemegang kebijakan di kabupaten ini,” katanya.

Baca Juga:

Kegiatan 81 Tahun Membaca ini melibatkan sejumlah komunitas dan lembaga sebagai kolaborator, yakni Parjuga Society, Sumenep Book Party, Forum Lingkar Pena Sumenep, Damar Korong, Malate Art Space, Komunitas Nemor, Relaxa PP. Nas’atul Muta’allimin, Warung Puitika, Perpustakaan Universitas Wiraraja, dan Goeboek Literasi Indonesia. (Aditya/Red).

Porosbaru.com berkomitmen menghadirkan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya. Dukung jurnalisme berkualitas dengan Pasang iklan Anda di Porosbaru sekarang .

Writer: Aditya AEditor: RedaksiSource News

Komentar

Berita Terbaru